Wujudkan Masyarakat Tangguh Jiwa, UMBY Fasilitasi Konseling Psikologi Gratis untuk Kader Jiwa Lentera
29 May 2026
125
by Fitriana Fitriana

Dalam upaya nyata mewujudkan kesehatan mental komunitas yang komprehensif, Program Lentera (Layanan Terpadu Kesehatan Mental Warga) Sedayu berkolaborasi dengan Pemerintah Kapanewon Sedayu menyelenggarakan "Layanan Terpadu Kesehatan Mental Warga Sedayu" di Aula Kapanewon setempat pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan strategis ini diinisiasi dan difasilitasi langsung oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang terdiri dari akademisi dan praktisi psikologi, yakni Dr. Sheilla Varadila Peristianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Reny Yuniasanti, M.Psi., Ph.D., Psikolog, dan Dr. M. Wahyu Kuncoro, M.Si.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah penyediaan fasilitas Konseling Gratis Bersama Psikolog Umum bagi para Kader Jiwa Lentera. Sebagai Ketua Tim, Sheilla menyampaikan bahwa para kader jiwa yang kesehariannya mendampingi warga masyarakat sangat rentan dengan kelelahan psikologis. ”Kami memberikan kesempatan bagi para kader Jiwa Lentera untuk berkeluh kesah dalam sesi konseling gratis bersama Psikolog Umum ini,” ujarnya.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Sedayu, Budi Mulyani, S.H memberikan tanggapan positif akan layanan konseling gratis dari Psikolog umum ini. Beliau menyambut gembira dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan lagi di kemudian hari dengan jangkauan yang lebih luas. ” Kami berharap agar semakin banyak warga di Kapanewon Sedayu yang mendapatkan layanan konseling ini, tidak hanya Kader Jiwa Lentera saja,” ungkap Budi.

Mengusung visi edukasi dan intervensi langsung, layanan konseling ini dirancang untuk mendukung pencegahan dan penanganan awal (early intervention) berbagai masalah psikososial di masyarakat. Namun, hal yang membuat layanan berbasis komunitas ini istimewa adalah pendekatan profesional dan terukur yang diterapkan oleh Tim PkM UMBY.

Sheilla menjelaskan, bahwa setiap sesi konseling tidak sekadar berupa ruang cerita, melainkan didukung oleh asesmen psikologis terstandar melalui pengisian Form Monitoring Kondisi Klien. Tim psikolog menggunakan dua parameter utama, yaitu: 1). Skala Kesejahteraan (WHO-5), untuk mengukur tingkat energi, ketenangan, dan antusiasme klien dalam menjalani kehidupan sehari-hari selama dua minggu terakhir, dan 2). Skala Kondisi Klien (Outcome Rating Scale/ORS), untuk memotret secara holistik kondisi diri klien, hubungan dengan orang terdekat (keluarga/pasangan), dinamika kehidupan sosial (pekerjaan/sekolah), hingga kondisi secara keseluruhan. Sheilla menyampaikan bahwa penggunaan kedua skala ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi riil klien sehingga proses konseling dapat menjawab kebutuhan klien.

”Pendekatan berbasis data ini memungkinkan konselor untuk memetakan dinamika psikologis warga secara akurat. Melalui monitoring tersebut, psikolog dapat menyusun rencana tindak lanjut yang presisi bagi setiap individu—baik berupa anjuran sesi lanjutan, terminasi (selesai), maupun rujukan ke layanan kesehatan mental yang lebih komprehensif jika diperlukan,” paparnya.

Bagi Kader Jiwa Lentera, sesi konseling ini menjadi momentum penting untuk melakukan perawatan diri (self-care). Sebagai individu yang sering menjadi tempat curhat dan menangani krisis warga lain, para kader rentan mengalami kelelahan emosional. Melalui layanan profesional ini, kesehatan mental para pahlawan kesehatan jiwa di Sedayu ini turut dirawat dan dipulihkan.

Salah seorang klien menyatakan kelegaan setelah mengikuti proses konseling gratis dengan Psikolog Umum ini. Klien yang adalah salah satu Kader Jiwa Lentera menyatakan bahwa proses konseling yang diberikan membuka insight dalam dirinya untuk tetap menjaga kesehatan mental di tengah-tengah berbagai peran dan tanggungjawab selaku kader.

Sinergi antara Fakultas Psikologi UMBY, Pemerintah Kapanewon Sedayu, dan Kader Jiwa Lentera ini membuktikan bahwa penanganan kesehatan mental di tingkat akar rumput dapat dilakukan secara merata, bebas stigma, dan tetap menjunjung tinggi standar profesionalitas.

Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat Kapanewon Sedayu memiliki resiliensi yang tangguh dalam menghadapi berbagai tekanan kehidupan sehari-hari. Ke depannya, Tim PkM akan memberikan kesempatan yang lebih luas, tidak hanya kepada Kader Jiwa Lentera, namun juga kepada masyarakat umum yang memerlukan layanan konseling gratis dari Psikolog Umum.