Menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat diimbau untuk lebih jeli dalam membeli hewan kurban. Jangan hanya tergiur dengan tampilan fisik yang terlihat besar dan gemuk. Pasalnya, ada beberapa penyakit dalam serta trik nakal pedagang yang kerap luput dari pengamatan mata awam.
Akademisi dan praktis kesehatan hewan Prodi Peternakan Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), drh. Anastasia Mamilisti Susiati, M.P., mengingatkan bahwa hewan kurban tidak hanya harus memenuhi syarat syariat (cukup umur), tetapi juga wajib bebas dari penyakit klinis yang berat.
Berikut adalah panduan praktis dan sederhana untuk mengenali hewan kurban yang tepat, sebagai berikut:
Sebelum melihat yang lain, pastikan hewan kurban sudah cukup umur. Cara paling mudah adalah dengan melihat giginya yang sudah tanggal atau berganti (disebut poel).
Selain umur, cek kesehatan matanya. Jangan sampai buta. Cara mengeceknya, gerakkan tangan Anda di depan mata hewan tersebut secara mendadak. Jika mata hewan itu berkedip (refleks kornea bagus), berarti matanya normal.
Saat ini, ada tiga jenis penyakit yang perlu diwaspadai: Lumpy Skin Disease (LSD/Cacar Sapi), Peste des Petits Ruminants (PPR/Sampar Kambing), dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Berikut panduan keabsahannya:
|
Jenis Penyakit |
Kriteria Sah untuk Kurban |
Kriteria Tidak Sah |
|
LSD (Cacar Sapi) |
Gejala Ringan: Ada benjolan di kulit, tapi belum menyebar dan belum pecah. Dagingnya masih aman. |
Gejala Berat: Benjolan sudah menyebar, pecah menjadi koreng, dan merusak kulit serta daging. |
|
PPR (Sampar Kambing/Domba) |
Gejala Sub-Akut: Hewan tampak sehat, hanya demam ringan (39-40°C), tidak memengaruhi kualitas daging. |
Gejala Akut/Per-Akut: Demam tinggi, lemas, sesak napas, keluar lendir keruh dari hidung, diare berdarah. |
|
PMK |
Hewan yang terjangkit PMK dagingnya tetap aman dikonsumsi, dengan syarat dimasak di air mendidih (suhu di atas 100 derajat Celsius). Namun ingat, jangan pernah mengonsumsi bagian kaki, jeroan, mulut, dan lidah dari hewan yang terkena PMK. |
|
Beberapa oknum peternak nakal kerap memberikan pakan tinggi garam secara berlebih atau melakukan metode glonggongan (memaksa hewan minum air sebanyak-banyaknya) agar berat badan naik secara instan. Berikut cara membedakan sapi yang padat daging dengan yang hanya 'gemuk air':