Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar Pelatihan Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis bagi Kader Jiwa Lentera. Tim dosen terdiri dari Dewi Soerna Anggraeni, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sebagai ketua, dengan anggota Dr. Sheilla Varadhila Peristianto, M.Psi., Psikolog, dan Dr. Muhammad Wahyu Kuncoro, M.Si. Pelatihan tersebut berlangsung di Aula Kapanewon Sedayu, Bantul, pada Senin, 4 Mei 2026.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan INTI International University, Malaysia ini bertujuan meningkatkan kapasitas para kader dalam mendeteksi dini serta memberikan pendampingan awal bagi warga yang mengalami krisis psikologis.
Acara dibuka langsung oleh Panewu Sedayu, Tri Budiarto, S.STP., dan Dekan Fakultas Psikologi UMBY, Reny Yuniasanti, M.Psi., Ph.D., Psikolog. Dalam sambutannya, Tri Budiarto menyampaikan apresiasi atas komitmen berkelanjutan dari UMBY yang telah mendampingi warga Sedayu sejak tahun 2024.
“Pelatihan ini merupakan kesempatan emas bagi para kader jiwa Lentera untuk bisa mengasah kepekaan dalam mendampingi warga di masing-masing padukuhan,” ujarnya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Psikologi UMBY, Reny Yuniasanti, yang memuji semangat para Kader Jiwa Lentera karena selalu haus akan ilmu baru demi mengabdi di masyarakat.

Ketua Tim PkM UMBY, Dewi Soerna Anggraeni, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa pelatihan PFA ini merupakan program lanjutan untuk memperkuat kompetensi kader.
"Setelah tahun sebelumnya para Kader Jiwa Lentera diberi pelatihan observasi dan wawancara sebagai salah satu bentuk asesmen dasar, maka kali ini semakin dimantapkan dengan pelatihan Psychological First Aid yang menjadi pertolongan pertama psikologis bagi klien atau pasien yang memerlukan pendampingan," ungkap Dewi.
Pelatihan yang dihadiri oleh 36 kader dari empat padukuhan di Kapanewon Sedayu ini menghadirkan Dr. Martaria Rizky Rinaldi, M.Psi., Psikolog, selaku Psikolog Klinis dan dosen UMBY sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Dr. Martaria menjelaskan bahwa PFA adalah keterampilan krusial untuk mengurangi dampak negatif stres dan mencegah timbulnya gangguan kesehatan mental yang lebih parah akibat bencana atau situasi kritis. Para kader dibekali dengan metode taktis yang bertumpu pada prinsip aksi 3L, yaitu Look, Listen, dan Link.
“Melalui prinsip ini, kader dilatih secara taktis untuk mengamati kondisi sekitar (look), mendekati serta mendengarkan keluh kesah warga agar merasa tenang (listen), hingga membantu warga mengakses kebutuhan dasar serta menghubungkan mereka dengan layanan dukungan sosial yang tepat (link),” jelas Dr. Martaria.
Untuk memastikan pemahaman teori dapat langsung diaplikasikan, tim pengabdi melengkapinya dengan sesi studi kasus dan role play atau simulasi peran. Secara bergantian, para peserta mempraktikkan langsung peran mereka sebagai klien, kader pemberi bantuan, dan pengamat dalam situasi nyata di masyarakat.
Metode praktis ini dirasakan sangat efektif oleh para peserta, salah satunya Ibu Suyati.
"Pelatihan hari ini sangat membantu saya dalam memberikan pertolongan pertama psikologis bagi warga yang memerlukan. Ditambah dengan role play, kami bisa langsung mempraktikkan teori yang disampaikan narasumber," ungkapnya antusias.
_1779695370.jpeg)
Selain meningkatkan kapasitas teknis, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi bagi para kader untuk saling belajar dan memperkuat jejaring dukungan antar-sesama kader di wilayah Sedayu. Hal ini dinilai penting mengingat mereka yang memberikan bantuan pun rentan mengalami masalah psikologis ketika menjalankan tugasnya, sehingga mereka juga membutuhkan dukungan.
Melalui pembekalan PFA ini, Kader Jiwa Lentera yang dibentuk sejak tahun 2025 sebagai Layanan Terpadu Kesehatan Mental Warga diharapkan dapat kembali ke masyarakat dengan kesiapan penuh. Para kader kini diharapkan semakin sigap dan tangguh dalam mendeteksi dini kebutuhan kesehatan mental warga, serta mampu menghadirkan ketenangan dan memulihkan harapan di tengah masyarakat Kapanewon Sedayu.