Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mempertegas komitmennya dalam pengabdian masyarakat dengan resmi menjadi perguruan tinggi pendamping bagi Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Langkah strategis ini dikukuhkan dalam agenda Sosialisasi Perizinan Kegiatan KKN dan Penandatanganan Dokumen Rencana Tepat Jogja yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta pada Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Yogyakarta ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Riset Inovasi Daerah dan Pengendalian, Bappeda Kota Yogyakarta, Honas Firdaus, S.T., M.URP. Acara ini juga melibatkan jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta serta pimpinan LPPM dari 48 Perguruan Tinggi se-Yogyakarta.
Mewakili UMBY, hadir Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMBY, Nanang Khuzaini, S.Pd.Si., M.Pd., bersama Kepala Bagian Pengabdian Masyarakat UMBY, Valentina Dyah Arum Sari, S.Pd., M.Hum.
Agenda diawali dengan sosialisasi mengenai standardisasi perizinan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Langkah ini diambil agar proses administrasi dan integrasi mahasiswa ke lapangan dapat berjalan lebih tertib, legal, dan selaras dengan regulasi daerah.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan dokumen Rencana Tepat yang diinisiasi oleh Bidang Riset, Inovasi, dan Pengendalian (RINOVDAL) Bappeda Kota Yogyakarta. Melalui program One Village, One Sister University, setiap kampus yang ditunjuk akan bertindak sebagai pendamping kelurahan atau kampung tertentu untuk mengawal pengembangan Program Kampung Tematik berbasis potensi lokal.
Honas Firdaus, S.T., M.URP., mengungkapkan melalui sinergi perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat, pelaksanaan KKN diharapkan mampu mendukung penyusunan program dan pengembangan wilayah yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan dan kolaboratif.
"Kami juga berharap gagasan segar dan riset terapan dari dunia akademik dapat menjadi katalisator bagi kemandirian wilayah, sekaligus menciptakan ekosistem pengabdian masyarakat yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat Jogja," imbuhnya.
Kepala LPPM UMBY, Nanang Khuzaini, S.Pd.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan UMBY merupakan solusi konkret atas permasalahan wilayah, di mana potensi kampung sering kali belum dimanfaatkan secara optimal.
"Keterlibatan UMBY dalam program ini adalah bentuk komitmen nyata kampus untuk turun langsung menyelesaikan persoalan di masyarakat. Melalui program KKN-PPM, UMBY akan hadir untuk memetakan, mendampingi, dan mengoptimalkan potensi tersebut agar berdampak langsung pada ekonomi dan kesejahteraan warga," ujar Nanang.
Sebagai Universitas Pendamping Lokasi Khusus, UMBY akan menerjunkan mahasiswanya melalui skema KKN-PPM untuk mengurai persoalan dan memajukan Kelurahan Wirogunan. Fokus pengembangan di Kelurahan Wirogunan akan diarahkan pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, khususnya penguatan UMKM, pelestarian budaya lokal, pengembangan ekonomi kreatif, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan kampung tematik yang terintegrasi. Selain itu, perhatian juga diberikan pada penguatan partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah, dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman.
Mahasiswa KKN UMBY direncanakan mulai diterjunkan ke Kelurahan Wirogunan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 mendatang.
Melalui sinergi ini, Universitas Mercu Buana Yogyakarta siap terlibat dalam Program One Village, One Sister University yang merupakan bentuk komitmen nyata kampus untuk turun langsung mengurai persoalan di masyarakat lewat inovasi akademik.