Tim pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar kelas pelatihan interaktif bagi orang tua murid di KB-TK Alifa Muslim Montessori, Sabtu (09/05/2026). Langkah ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan bertema “Penerapan Permainan Berbasis Emosi Guna Meningkatkan Regulasi Emosi pada Anak” ini dipimpin oleh Katrim Alifa Putrikita, M.Psi., Psikolog, beranggotakan Malida Fatimah, S.Psi., M.Cons., dan Narastri Insan Utami, M.Psi., Psikolog. Melalui berbagai permainan interaktif, para orang tua diajak menyelami dan memahami emosi anak secara lebih mendalam.
Ketua Tim Pengabdian, Katrim Alifa Putrikita, berharap pelatihan ini mampu memberikan perspektif baru bagi orang tua dalam membimbing anak mengekspresikan emosi secara tepat.
“Ini bisa menjadi jembatan kedekatan emosional antara anak dan orang tua, sekaligus menumbuhkan karakter positif anak sejak dini,” ujar Katrim.
Pada sesi pertama, Narastri Insan Utami menggunakan balon sebagai analogi kapasitas penampungan emosi dalam diri anak. Orang tua diajarkan bahwa emosi yang terus-menerus ditahan bisa berdampak buruk.
“Emosi anak itu layaknya balon. Ketika tidak dikelola dan dipahami, ia bisa meledak sewaktu-waktu,” tegas Narastri. Ia menyarankan orang tua untuk mengenalkan cara melepaskan emosi marah secara perlahan agar regulasi emosi anak terlatih.
Kemudian sesi kedua, Malida Fatimah mengajak peserta memanfaatkan media kertas dan pewarna untuk menggambar termometer emosi. Gambar ini menjadi simbol tingkatan emosi anak, mulai dari level terendah hingga tertinggi.
“Tujuannya membantu anak mengenali level emosinya sehingga mendorong peningkatan regulasi dan kesadaran emosi. Jika anak tahu mereka ada di level mana, mereka juga tahu apa yang harus dilakukan saat merasakan emosi tersebut,” jelas Malida.
Sebagai penutup, Katrim memaparkan pentingnya terapi bermain dalam tumbuh kembang anak. Ia menekankan bahwa anak-anak belajar dari proses seluruh tubuh, bukan sekadar kognitif. Secara teoritis, otak anak belum matang untuk berpikir logis dalam mengekspresikan emosi. Oleh karena itu, cara termudah masuk ke dunia mereka adalah lewat bermain.
Dalam sesi ini, Katrim mengenalkan teknik bermain slow motion (gerakan lambat). Orang tua diminta mengarahkan anak untuk memperlambat ritme dan tempo saat bermain, yang secara tidak langsung melatih kontrol emosi mereka.
“Orang tua bisa mengenalkan emosi dengan terlibat langsung. Ajak anak aktif bermain dan jalin komunikasi yang sesuai dengan usia mereka agar mudah dipahami,” tambah Katrim.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Resty Wulandari, salah satu orang tua murid, mengaku mendapatkan metode baru yang lebih aplikatif.
“Saya belajar bahwa mengajar anak mengelola emosi itu bisa lewat bermain. Kalau hanya diberi penjelasan lisan, terkadang mereka belum bisa mengerti,” aku Resty.
Apresiasi senada juga datang dari pihak sekolah. Kepala KB-TK Alifa Muslim Montessori, Miss Rita, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi strategis ini.
“Kegiatan ini sangat menginspirasi dan memberikan ilmu yang bermanfaat. Metode-metode ini sangat bisa kami terapkan, baik di sekolah maupun di rumah, dalam membantu penanganan emosi anak,” pungkas Rita.