Tinjau KKN, UMBY Salurkan CSR dan Pimpin Penanaman 1.000 Pohon di Pakis Magelang
20 Aug 2026
150
by Farida Dian Farida Dian

Rektor Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., M.P., MCE., beserta jajarannya melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XLIX Kelompok 66 di Dusun Tajan, Desa Gumelem, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (13/8/2026).

Kunjungan lapangan ini dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari UMBY senilai total Rp35.675.000 dan penanaman 1.000 bibit pohon guna mengatasi krisis air di lereng Gunung Merbabu serta bantuan toren dari Yayasan Wangsamanggala.

Turut hadir pula perwakilan Yayasan Wangsamanggala, Teguh Wahyudi, S.E., dan jajaran pimpinan UMBY dalam menyerahkan bantuan CSR yang diterima langsung oleh Camat Pakis, Rahmat Pambudi, S.STP., M.M., Kepala Desa Gumelem, Budi Sukirman serta perwakilan aktivis Kelompok Pecinta Alam (KPA) Banyugiri, Ngateno.

Program CSR KKN-PPM UMBY ini disalurkan ke tiga wilayah berbeda di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kapanewon Pakis di Kabupaten Magelang menerima bantuan meliputi satu unit mesin pencacah rumput, satu unit mesin pencacah kotoran ternak, 20 unit sekop lipat, 25 set polybag, serta penambahan sarana tangki air (toren) sebanyak 8 buah guna menunjang penghijauan wilayah.

Dua lokasi sasaran lainnya berada di Kabupaten Sleman dengan bantuan yang difokuskan pada penguatan ketahanan pangan dan modernisasi pertanian. Bantuan di Padukuhan Gungan, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan diwujudkan dalam bentuk pengadaan satu unit traktor sawah solar untuk efisiensi pengolahan lahan dan 1 buah toren. Sementara itu, Padukuhan Kadilobo di Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem menerima bantuan satu unit traktor sawah solar dengan nilai serupa guna mendorong produktivitas sektor pertanian lokal serta 1 buah toren.

Seusai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon di kawasan tangkapan air (catchment area). Kolaborasi mahasiswa KKN UMBY, Forkopincam Pakis, dan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Banyugiri pimpinan aktivis lingkungan, Ngateno, menargetkan penanaman 1.000 bibit pohon (seperti Jambu biji, Tengsek mrapi, Kopi lokal banyusidi, Beringin dan Wilodo) yang tersebar di 10 desa di Kecamatan Pakis. Langkah ini menjadi solusi jangka panjang dalam merespons penurunan debit mata air dan pengeringan embung desa akibat kemarau panjang.

Camat Pakis, Rahmat Pambudi, mengapresiasi sinergi lintas sektor yang melibatkan mahasiswa KKN UMBY, Forkopimcam (Kapolsek dan Danramil), KPA Banyugiri, serta warga setempat.

"Kami sudah melaksanakan konservasi air berupa penanaman kurang lebih 1.000 bibit pohon di 10 desa lokasi KKN di Kecamatan Pakis. Sinergi ini Insya Allah akan sangat bermanfaat bagi anak-cucu kita hingga 10 sampai 20 tahun mendatang," ujar Rahmat Pambudi.

Kepala Desa Gumelem, Budi Sudirman, mengungkapkan pentingnya intervensi konservasi saat ini. Kemarau yang baru berlangsung sekitar empat bulan telah berdampak signifikan pada penurunan debit air di wilayahnya.

"Dulu mata air di wilayah Pakis sangat besar dan banyak. Namun belakangan ini debitnya terus mengecil, bahkan sungai-sungai mulai mengering. Di embung depan saja, debit air turun hingga 1 meter setelah empat bulan kemarau. Jika pemuda dan elemen masyarakat tidak bergerak menjaga mata air sekarang, 10–20 tahun ke depan kita akan krisis air," tegas Budi Sukirman.

Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., M.P., MCE., menegaskan bahwa KKN-PPM merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

"Mahasiswa kami tidak hanya mengaplikasikan ilmu di bangku kuliah, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat yang senantiasa tangguh menghadapi tantangan lingkungan. Ini menjadi bekal berharga bagi mereka. Hal ini sesuai dengan seloka pendiri Mercu Buana, Angudi Mulyaning Bangsa, yaitu memperjuangkan kesejahteraan bangsa," ungkap Rektor UMBY.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha ini diharapkan menjadi investasi sosial jangka panjang untuk mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, mandiri, dan tangguh terhadap perubahan iklim.