Optimalkan Potensi Wisata Bokoharjo, Akademisi UMBY Latih Karang Taruna Sport Massage dan Gaya Hidup Sehat
07 Aug 2026
141
by Fitriana Fitriana

Kawasan cagar budaya dan wisata alam di Kelurahan Bokoharjo, Sleman yang menaungi destinasi populer seperti Keraton Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Banyunibo, Candi Barong, dan Tebing Breksi menyimpan potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar. Wilayah tersebut memiliki peninggalan sejarah dan dinamika budaya lokal yang sejalan dengan proses pengolahan gaya hidup sehat yaitu Olahraga Raga, Olah Jiwa dan Olah Rohani.

Melihat kondisi tersebut, tim akademisi dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang diketuai oleh Dr. Antonius Tri Wibowo, S.Pd.Kor., M.Or., (prodi Ilmu Keolahragaan) bersama dua anggotanya, Yulius Agung Saputro S.Or., M.Or., (prodi Ilmu Keolahragaan) dan Prof. Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., MM., (prodi Psikologi), menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), pada Minggu (02/08/2026).

“PkM yang kami lakukan ini didanai dari Kemendikbudristek Tahun 2026 dan dari kampus UMBY, semoga akan berdampak nyata untuk masyarakat,” harap Dr. Antonius.

Program dengan judul ‘Peningkatan Kualitas Gaya Hidup Remaja dan Kemampuan Ekonomi Kreatif dalam Penyediaan Jasa Sport Massage’ akan dilakukan selama 2 minggu dengan basis komunitas yang menyasar sekitar 50 pemuda Karang Taruna Angkatan Muda Islam Jamaah Baki, Kelurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Berdasarkan analisis awal tim PkM, pemuda di kawasan tersebut tergolong kelompok non-produktif secara ekonomi dan belum memiliki keterampilan vokasional bernilai jual.

"Permasalahan utama di lapangan bukan sekadar ketiadaan lapangan kerja, melainkan belum tersalurkannya energi remaja pada aktivitas positif yang terstruktur. Lewat program ini, kita menyatukan edukasi kesehatan Raga, Jiwa dan Rohani hingga melatih kemampuan vokasional yang langsung terhubung ke industri pariwisata lokal," ujar Dr. Antonius Tri Wibowo, Ketua Tim PkM.

Lebih lanjut Dr. Antonius menguraikan, pada masa lampau wilayah Bokoharjo digunakan nenek moyang sebagai tempat pengolahan tubuh meliputi fisik, jiwa, dan rohani sehingga leluhur pada masa itu bisa mengolah pola hidupnya secara keseluruhan yang bukan hanya fokus pada kesehatan fisik semata.

“Melalui program terintegrasi ini, para remaja tidak hanya dibekali ilmu, tetapi dipandu  melalui beberapa kegiatan utama antara lain mengenal konsep kesehatan tubuh, jiwa dan rohani, cara mengolah dan menjaga kesehatan sehingga ke depan remaja bisa memahami dan mulai menjaga gaya hidup sehat,” terang Dr. Antonius.

Bertempat di Pendopo Wisata Taman Opak peserta mendapatkan edukasi konsep kesehatan yang terdiri dari kesehatan tubuh fisik, jiwa dan rohani yang disampaikan oleh Dr. Antonius Tri Wibowo. Turut hadir pula Prof. Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., MM., yang mengupas permasahan psikologis yang sering menggangu perkembangan remaja.

Sesi akhir Febri Sulitya, M.Or., mengajak para peserta untuk mengolah raga dengan melatih seluruh otot tubuh mulai dari otot tangan, otot dada, otot kaki, otot perut dan otot punggung dengan menggunakan alat-alat sederhan seperti menggunakan botol yang diisi air sebagai beban, tas, handuk, dan kursi.

Ketua RW 12 Dusun Mojosari, Lasno menyambut positif kolaborasi ini. Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat sesuai dengan target yang ingin dicapai oleh tim UMBY.

“Sosialisasinya sangat bermanfaat. Semoga anak-anak muda di sini bisa meningkatkan kualitas pola hidup sehat dan mendorong kemandirian ekonomi melalui sport massage. Sport massage ini nantinya akan menjadi pembeda dengan destinasi wisata lainnya,” ucap Lasno.

Rencananya, pada pekan berikutnya akan diadakan pelatihan sport massage yang akan diisi oleh Yulius Agung Saputro S.Or., M.Or. Tak berhenti dari edukasi dan pelatihan, sebagai bentuk dukungan tim PkM ini pun memberikan bantuan alat seperti tenda, ultrasound fisio untuk terapi manual, infrared, buku panduan sport massage, meja lipat, kotak P3K, handuk, sprei, roller, stick massage, massage oil. Bantuan ini dapat digunakan karang taruna untuk membuka stand massage sehingga mereka dapat mengaplikasikan langsung di lokasi wisata.

“Langkah inovatif ini diharapkan menjadi percontohan pemberdayaan pemuda di kawasan pariwisata lain di DIY, mengubah potensi kerentanan sosial remaja menjadi kekuatan ekonomi berbasis kearifan lokal,” pungkas Dr. Antonius.