Kawasan cagar budaya dan wisata alam di Kelurahan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, menyimpan potensi perputaran ekonomi yang luar biasa. Destinasi populer seperti Keraton Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Banyunibo, Candi Barong, hingga Tebing Breksi tak pernah sepi pengunjung. Sayangnya, tingginya arus wisatawan selama ini belum banyak menyentuh peran generasi muda lokal sebagai pelaku ekonomi produktif.
Merespons ketimpangan tersebut, tim akademisi lintas disiplin ilmu menggelar program pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertajuk "Peningkatan Kualitas Gaya Hidup Remaja dan Kemampuan Ekonomi Kreatif dalam Penyediaan Jasa Sport Massage", pada Minggu (09/08/2026). Kegiatan yang menyasar komunitas pemuda lokal tersebut didanai oleh Kemdiktisaintek dalam skema pemberdayaan berbasis masyarakat tahun 2026 dan didanai pula oleh UMBY.
Tim ini diketuai oleh, Dr. Antonius Tri Wibowo, S.Pd.Kor., M.Or., (Ilmu Keolahragaan). Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh dua anggota tim, yakni Yulius Agung Saputro S.Or., M.Or. (Ilmu Keolahragaan) dan Prof. Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., MM. (Psikologi). Kolaborasi ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan fisik, tetapi juga membangun mentalitas wirausaha para remaja di kawasan wisata candi.
Ketua Tim, Dr. Antonius Tri Wibowo, menyampaikan bahwa program ini memiliki sasaran ganda.
"Pertama, kami ingin meningkatkan kualitas gaya hidup sehat di kalangan remaja itu sendiri. Kedua, kami membekali mereka dengan keahlian sport massage agar memiliki daya saing dan mampu merintis usaha ekonomi kreatif di desa kawasan wisata candi," ungkapnya.

Bertempat di Pendopo Wisata Taman Opak, para peserta pelatihan dari Karang Taruna Angkatan Muda Islam Jamaah Baki, Kelurahan Bokoharjo diberi pelatihan massage olahraga (sport massage) dengan dipandu langsung oleh Yulius Agung Saputro, S.Or., M.Or. Mereka diajarkan berbagai teknik dasar hingga menengah terkait sport massage yang aman dan berstandar.
Kehadiran Prof. Alimatus Sahrah dari prodi Psikologi juga dinilai krusial untuk memberikan pendampingan mental bagi para remaja. Hal ini bertujuan agar mereka memiliki kepercayaan diri saat terjun memberikan layanan jasa kepada wisatawan yang berkunjung ke kawasan candi.
Para peserta pun memperoleh materi konsep dan standar operasional prosedur (SOP) dalam menerapkan sport massage, sehingga tim PkM ini tidak hanya memberikan edukasi dan pelatihan saja. Tetapi memberikan perlengkapan dan bekal agar mereka dapat mengembangkan usaha mikro membuka jasa sport massage secara mandiri yang rencananya akan di buka di Candi Banyunibo.

Ketua Karang Taruna, Sukma menerangkan pihaknya bersemangat dalam mengikuti sosialisasi dan pelatihan yang telah dikemas oleh tim PkM UMBY. Ia dan rekan-rekannya mendapatkan ilmu yang bermanfaat karena dilatih agar memiliki keterampilan sport massgae yang kedepannya dapat dikembangkan menjadi usaha kreatif mandiri di lokasi wisata.
Dr. Anton menambahkan pihaknya tidak akan melepas Karang Taruna begitu saja. Tim PkM tetap akan mendampingi keberlanjutan dampak nyata dan keberlanjutan bagi masyarakat.
Melalui pelatihan ini, pemuda Bokoharjo diharapkan tak lagi sekadar menjadi penonton di tengah masifnya perputaran roda pariwisata di daerah mereka. Dengan keterampilan sport massage, mereka dapat memiliki modal untuk menyediakan jasa kebugaran dan relaksasi bernilai jual bagi para wisatawan yang kelelahan setelah mengeksplorasi candi dan tebing di kawasan tersebut.
