Tim UMBY Dampingi ODGJ Sleman Kembali Berdaya Lewat Daycare GEMASEHATI
14 Aug 2026
160
by Farida Dian Farida Dian

Pemulihan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak cukup hanya berhenti pada fase stabilisasi kondisi psikologis. Membantu mereka kembali mandiri, berinteraksi, dan menjalankan peran sosial di tengah masyarakat menjadi bagian krusial dari proses pemulihan yang berkelanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdi lintas perguruan tinggi dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan Program Daycare Rehabilitasi Psikososial Berbasis Komunitas di Paguyuban GEMASEHATI, Kelurahan Ambarketawang, Sleman.

Program yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini dipimpin oleh Dr. Sheilla Varadhila Peristianto, M.Psi., Psikolog (UMBY), beranggotakan Dr. Kamsih Astuti, M.Si., Psikolog (UMBY) dan Dr. Heni Trisnowati, M.P.H. (UAD).

Ketua Tim Pengabdi, Dr. Sheilla Varadhila Peristianto, menegaskan bahwa kehadiran daycare ini dirancang khusus sebagai ruang pemulihan alami di tingkat komunitas, bukan sekadar tempat pengisi waktu luang bagi ODGJ.

“Yang ingin dibangun adalah ruang pemulihan di komunitas, tempat mereka dapat kembali belajar melakukan aktivitas, berinteraksi, dan secara bertahap mengembangkan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Sheilla.

Pendekatan ini mengacu pada adaptasi Modul Operasional Daycare Rehabilitasi Psikososial Berbasis Komunitas yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal ODGJ, keluarga, dan kader kesehatan jiwa setempat. Materinya dikemas ke dalam aktivitas operasional, meliputi stimulasi kognitif, motorik-sensorik, regulasi emosi, relaksasi, hingga aktivitas harian yang bermakna.

Proses pemulihan ODGJ tidak lepas dari dukungan lingkungan terdekat. Oleh karena itu, program ini turut menempatkan caregiver (keluarga pendamping) dan kader kesehatan jiwa sebagai pilar utama.

Pada 3 Juli 2026, sebanyak 21 caregiver dan kader mengikuti pelatihan penguatan kapasitas. Dalam sesi tersebut, Psikolog Rahma Adellia, S.Psi., memaparkan materi tentang prinsip rehabilitasi psikososial dan strategi mendampingi ODGJ agar secara bertahap mampu mandiri.

Dampak positif dari pelatihan ini dirasakan langsung oleh para keluarga. SU, salah seorang caregiver, mengaku melihat perubahan berarti pada anggota keluarganya.

“Kami menantikan kegiatan seperti ini untuk selalu memberi informasi yang perlu dilakukan. Mereka jadi bersemangat melakukan aktivitas, lebih banyak berinteraksi,” ungkap SU.

Implementasi daycare bersama 11 peserta ODGJ dimulai pada 9 Juli 2026 dan dilanjutkan melalui kegiatan pendampingan pada 31 Juli 2026. Aktivitas yang diberikan dirancang sederhana dan menyenangkan, tetapi memiliki tujuan rehabilitatif yang jelas.

Kegiatan meronce dan menyulam digunakan untuk melatih koordinasi mata dan tangan, konsentrasi, serta memberikan rasa percaya diri saat menyelesaikan tugas. Penggunaan puzzle dan kartu edukatif berguna untuk merangsang fungsi kognitif seperti memori dan pemecahan masalah sederhana. Sementara itu, aktivitas menanam dan merawat tanaman mengajarkan tanggung jawab berkelanjutan sekaligus menjadi sarana produktif bersama.

Ruang interaksi ini memberikan gairah baru bagi para peserta. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta ODGJ berinisial LE mengungkapkan kegembiraannya karena bisa kembali beraktivitas bersama rekan-rekannya.

“Saya senang banyak kegiatan, bisa kumpul dan membuat sesuatu bersama teman-teman,” tutur LE.

Satu sesi daycare diawali dengan penyambutan, pengecekan kondisi, dan penjelasan instruksi secara sederhana. Peserta kemudian melakukan aktivitas mandiri maupun kelompok dengan pendampingan terukur—pendamping tidak mengambil alih tugas, melainkan memberikan bantuan bertahap sesuai kemampuan peserta. Sesi ditutup dengan evaluasi, penguatan positif, dan pencatatan pada lembar pemantauan (worksheet).

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak Puskesmas Gamping 1. Petugas kesehatan Puskesmas Gamping 1, Isti Faiyah, A.Md. Keb., menyambut baik hadirnya ruang pemulihan ini.

“Kegiatan ini penting terkait rehabilitasi psikososial, peran keluarga atau komunitas, banyak sekali ilmu dan alat yang bisa digunakan untuk keberlanjutan daycare,” terang Isti.

Guna menjaga keberlanjutan program, tim pengabdi telah menyerahkan berbagai sarana pendukung kepada Paguyuban GEMASEHATI, mulai dari media aktivitas kognitif, alat sensorik-motorik, perlengkapan harian, hingga modul dan perangkat pemantauan.

Melalui penguatan kapasitas kader dan keluarga, daycare ini diharapkan terus berjalan mandiri, membuktikan bahwa pemulihan ODGJ bukan sekadar meredakan gejala, melainkan mengembalikan hak mereka untuk berdaya dan diterima kembali di tengah masyarakat.