Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi desa dan menjawab tantangan tata kelola pariwisata modern, tim akademisi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar pelatihan serta pendampingan digital marketing berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan yang menyasar para pemuda pengelola objek wisata Mbulak Among Tani ini berlangsung di Gedung Serba Guna Dusun Numpukan, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, pada Senin (20/07/2026).
Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh dosen Prodi Ilmu Komunikasi ini dipimpin oleh Dr. Didik Haryadi Santoso, S.Kom.I., M.A. sebagai ketua tim, didampingi Ikhsan Fauzi Adha, M.I.Kom. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memecahkan kendala minimnya publikasi digital di destinasi wisata favorit penikmat senja tersebut, di mana promosi konvensional dinilai tak lagi memadai untuk menarik kunjungan wisatawan secara masif.
Mengusung tema besar "Membawa Among Tani ke Dunia Digital: Mudahnya Bikin Konten Wisata dengan Bantuan AI", pelatihan ini menanamkan prinsip fundamental bahwa teknologi hadir bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan memperkuat kapasitas pengelola desa wisata.
Dr. Didik menegaskan bahwa kearifan lokal seperti keramahan warga Bantul, tradisi agraris, pemandangan pematang sawah, hingga kuliner khas tradisional tetap menjadi ‘jiwa’ utama destinasi yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin pengolah data.
Pada sesi pertama, Dr. Didik Haryadi Santoso mengawal proses identifikasi masalah secara partisipatif bersama Kepala Dukuh setempat, pengurus dusun, dan perwakilan pemuda menggunakan analisis SWOT. Melalui pemetaan kekuatan dan kelemahan ini, peserta diajak merumuskan solusi promosi yang tepat sasaran.
Guna mengatasi masalah kebuntuan ide (writer's block) dan keterbatasan waktu pengelola, Dr. Didik memberikan panduan praktis memanfaatkan asisten AI seperti ChatGPT dan Claude. Peserta diajarkan menyusun rencana kalender konten mingguan secara konsisten, mulai dari menyajikan edukasi manfaat beras organik pada hari Senin, menonjolkan estetika senja di pematang sawah pada hari Rabu, hingga mengunggah promosi paket wisata outbound pada hari Sabtu.
"Di era ekonomi digital, keberhasilan digital marketing tidak ditentukan oleh seberapa banyak platform yang digunakan, melainkan oleh kemampuan memahami kebutuhan konsumen, menghadirkan konten bernilai, dan membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pengunjung. AI menjadi jembatan yang menghubungkan kualitas destinasi desa dengan peluang pasar yang semakin luas," tegas Dr. Didik.
Memasuki sesi teknis operasional, Ikhsan Fauzi Adha membimbing peserta mempraktikkan langsung perencanaan kalender konten (content calendar) dan teknik produksi visual harian. Untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia dalam membuat konten kreatif, peserta diajarkan teknik mendikte AI menggunakan rumus fotografi L-S-O-D (Latar-Subjek-Objek detail-Deskripsi teknis) melalui platform Google Gemini. Rumus ini mencakup penentuan Latar seperti suasana sawah hijau dan langit senja, Subjek berupa petani lokal dan kerbau, Objek Detail seperti caping dan cangkul, serta Deskripsi Teknis bergaya visual photorealistic dan golden hour.
Selain fotografi, peserta juga dilatih menyulap foto statis menjadi video gerak sinematik (motion video) untuk kebutuhan Instagram Reels dan TikTok menggunakan perangkat AI seperti Runway, Pika, dan CapCut AI yang dimanfaatkan untuk menambahkan efek hembusan angin yang lembut pada tanaman padi.
"Pakai AI tetap harus ada pedomannya, AI yang membuat, manusia yang menyaring, dan dunia yang melihat. Pengguna AI, manusianya harus tetap melakukan kurasi faktual, menyesuaikan gaya bahasa lokal, dan menyematkan kontak informasi resmi sebelum konten diunggah ke media sosial,” Ikhsan mengingatkan.
Kehadiran civitas akademika UMBY disambut antusias oleh warga dan pengurus lokal. Pandangan positif disampaikan langsung oleh Kadim, Ketua Mbulak Among Tani. Beliau mengapresiasi materi yang disampaikan para dosen karena dikemas secara komunikatif, mudah dicerna, dan dapat langsung diaplikasikan di lapangan untuk mendongkrak daya tarik wisata.
“Kami berharap program pendampingan dari UMBY dapat terus berlanjut secara berkala. Melalui marketing di sosial media, kami ingin objek wisata di wilayah kami ini makin terkenal dan berdampak pada perekonomian kami,” ujarnya.
Melalui sinergi antara kearifan lokal dan optimalisasi teknologi digital secara mandiri, Mbulak Among Tani diproyeksikan semakin siap bertransformasi menjadi destinasi wisata pedesaan yang unggul, kreatif, dan berdaya saing tinggi dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat Desa Karangtengah.