Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) secara resmi melepas 1.250 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN PPM) Angkatan 49 pada Rabu (23/7/2026) di Sport Center Kampus 1. Upacara seremonial pelepasan ini menandai dimulainya masa pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah sasaran yang dijadwalkan berlangsung mulai 23 Juli 2026.
Dalam laporan pelaksanaannya, Koordinator KKN PPM UMBY, Valentina Dyah Arum Sari, S.Pd., M.Hum., merinci bahwa 1.250 peserta tersebut terbagi ke dalam beberapa skema pengabdian:
Kehadiran skema KKN Tematik Keamanan Pangan mendapat apresiasi tinggi dari Balai Besar POM di Yogyakarta. Kepala BBPOM di Yogyakarta, Ani Fatimah Isfajati, S.Si., Apt., M.H., menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mengedukasi masyarakat. Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa telah dibekali pemahaman teknis terkait standar keamanan pangan dan strategi komunikasi publik.

"Adik-adik mahasiswa memegang peran strategis sebagai fasilitator dan kader keamanan pangan. Anda akan mendampingi pelaku usaha pangan lokal serta memberikan edukasi di sektor rumah tangga, sekolah, hingga ritel. Anda adalah agen perubahan yang membawa literasi pentingnya mengonsumsi pangan yang aman dan bergizi," tegas Ani Fatimah.
Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.T., M.P., M.C.E., dalam sambutannya menekankan agar seluruh mahasiswa memanfaatkan momen KKN sebagai sarana belajar bermasyarakat dan melatih kepemimpinan.
"Satu kelompok KKN terdiri dari latar belakang program studi yang berbeda. Diperlukan kekompakan dan kerja sama tim yang solid. Jaga selalu sopan santun, hormati norma dan adat istiadat setempat, karena kalian adalah refleksi dari UMBY di mata masyarakat," tutur Rektor.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMBY, Nanang Khuzaini, S.Pd.Si., M.Pd., M.C.E., mengingatkan mahasiswa untuk menjunjung tinggi kearifan lokal selama satu bulan masa pengabdian melalui jargon "Berkarya Berdampak untuk Negeri".
"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Tolong perhatikan kebiasaan setempat dan lebur bersama warga. Ukuran keberhasilan KKN bukan terletak pada seberapa muluk program kerjanya, melainkan sejauh mana keberadaan mahasiswa diterima dengan baik dan memberi dampak positif bagi masyarakat," pungkas Nanang.
