Sukses Mengajar di Filipina, Mahasiswa FKIP UMBY Bagikan Inovasi Pembelajaran Lewat Diseminasi SEA-Teacher 2026
24 Jul 2026
134
by Fitriana Fitriana

Sukses menyelesaikan Program Pengalaman Lapangan (PPL) internasional selama satu bulan di Filipina, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) membagikan pengalaman berharga mereka dalam acara Diseminasi SEA-Teacher 2026. Kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa aktif lintas program studi ini digelar dengan antusias pada Selasa (2/6/2026).

Acara ini menjadi panggung apresiasi bagi para delegasi yang telah menyelesaikan masa pengabdian mengajar di Capiz State University dan Aklan State University, Filipina. Wakil Dekan FKIP UMBY, Agustinus Hary Setyawan, S.Pd., M.A., yang membuka acara secara resmi, menegaskan pentingnya program pertukaran ini bagi pembentukan karakter calon pendidik.

"Program seperti SEA-Teacher sangat krusial dalam membentuk wawasan global, kemandirian, serta peningkatan kompetensi pedagogik mahasiswa di era modern," tegas Agustinus dalam sambutannya.

Pada tahun ini, FKIP UMBY mendelegasikan empat mahasiswa berprestasi sebagai duta universitas di kancah internasional. Keempat delegasi tersebut terdiri dari Albara Moh. Nur Taufik dari Program Studi Ilmu Keolahragaan, Yohanes Don Bosko dari Program Studi Pendidikan Matematika, Annisa Shofana dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta Ardita Dhea Nada dari Program Studi Bimbingan dan Konseling.

Mengajar di luar negeri tentu menghadirkan realitas lapangan yang menantang. Para delegasi dihadapkan pada kendala bahasa (language barrier) dalam komunikasi sehari-hari, tuntutan adaptasi budaya lokal, hingga perbedaan penyesuaian infrastruktur teknologi di sekolah mitra. Alih-alih menyerah, tantangan tersebut justru memantik kreativitas para mahasiswa untuk menciptakan inovasi pedagogis berbasis teknologi yang diberi nama "EduGlobe Interactive Board".

Media pembelajaran interaktif berbasis web ini dibekali berbagai perangkat pendukung untuk menjembatani kesenjangan komunikasi di kelas. Fitur-fitur andalan yang disematkan di dalamnya meliputi Visual Vocabulary Flashcards, Live Gamified Quiz, Bilingual Quick-Translate, modul simulasi materi berbentuk visual animasi, serta fitur Interactive Leaderboard.

Penerapan EduGlobe Interactive Board terbukti membawa perubahan signifikan terhadap dinamika pembelajaran. Sebelum kehadiran media ini, proses belajar-mengajar sering terhambat oleh perbedaan bahasa dan aksen, membuat kelas berpusat pada guru (teacher-centered) dan siswa cenderung pasif.

Namun, usai media tersebut diimplementasikan, partisipasi siswa meningkat drastis. Ruang kelas menjelma menjadi jauh lebih komunikatif, siswa lebih percaya diri merespons pertanyaan, dan penyampaian konsep materi yang kompleks dapat diserap secara cepat dan menyenangkan.

Bagi para mahasiswa, tantangan yang ada justru memberikan kesan mendalam. Annisa Shofana mengungkapkan bahwa kendala bahasa di minggu pertama adalah rintangan terberat yang harus dihadapi di lingkungan baru tersebut.

"Namun, ketika melihat antusiasme siswa menggunakan media interaktif yang kami bawa, rasa lelah itu langsung terbayarkan. Program ini benar-benar membentuk mental mengajar kami menjadi lebih tangguh," kisah Annisa.

Kinerja impresif para delegasi UMBY ini turut menuai pujian tinggi dari pihak tuan rumah. Official Representative Capiz State University untuk SEA-Teacher 2026, Mary Joy B. Bigcas, menyoroti daya adaptasi mahasiswa yang luar biasa.

"Mahasiswa dari FKIP UMBY menunjukkan dedikasi, disiplin, dan kemampuan komunikasi yang sangat baik. Kehadiran mereka membawa perspektif baru yang menyegarkan bagi siswa kami di Filipina," puji Mary Joy.

Kegiatan diseminasi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi mahasiswa FKIP UMBY lainnya untuk berani menembus kancah internasional. Merespons tingginya antusiasme mahasiswa, pihak fakultas memastikan bahwa pendaftaran SEA-Teacher gelombang berikutnya ditargetkan akan dibuka pada akhir tahun ini.

Melalui kolaborasi lintas negara ini, FKIP UMBY kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam mencetak pendidik dan tenaga kependidikan yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga adaptif dan berdaya saing global.