Tingkatkan Kemandirian Ekonomi, HMPS Akuntansi UMBY Latih Ibu-ibu Kalurahan Depok Buat Sabun Alami dari VCO
23 Jul 2026
114
by Fitriana Fitriana

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HMPS Akuntansi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat. Kali ini, pemberdayaan tersebut melalui pelatihan pembuatan sabun berbahan dasar Virgin Coconut Oil (VCO) bagi ibu-ibu rumah tangga di Kalurahan Depok, pada Sabtu dan Minggu (18-19/7/2026).

Kegiatan yang mendapat kucuran dana dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek Tahun 2026 ini, diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari Padukuhan 4 dan Padukuhan 11, Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo.

Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Selain memberikan pengetahuan teknis, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha rumahan untuk menambah pendapatan keluarga.

Anggota tim PPK Ormawa sekaligus pemateri pelatihan, Erika Upik Wangge, menjelaskan bahwa sabun alami berbahan dasar VCO memiliki banyak keunggulan.

"Sabun ini mengandung minyak nabati yang baik untuk kesehatan kulit dan lebih ramah lingkungan. Jika diproduksi dengan kualitas yang baik, produk ini juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi," ujar Erika.

Lebih lanjut, Erika memaparkan bahwa bahan-bahan yang digunakan cukup mudah didapat, meliputi VCO, minyak sawit, minyak zaitun, natrium hidroksida (NaOH), aquades (air murni), dan minyak atsiri sebagai pewangi alami.

Dalam pelatihan ini, tim mahasiswa tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga mengajak para peserta praktik secara langsung. Demi menjaga keselamatan kerja saat mencampur formulasi kimia, proses diawali dengan mewajibkan peserta menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan agar tangan tidak terpapar bahan kimia.

Aquades ditimbang sesuai formulasi, kemudian NaOH ditimbang secara terpisah. Erika menekankan sebuah prosedur krusial dalam pencampuran bahan kimia ini.

"Bubuk NaOH harus selalu dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam air (aquades), jangan pernah melakukan sebaliknya yakni menuangkan air aquades ke dalam bubuk NaOH. Jika terbalik, reaksi panasnya bisa meletup secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan," jelasnya memperingatkan para peserta.

Setelah larutan NaOH larut sempurna dan didiamkan hingga suhunya turun di bawah 40°C, peserta mencampurkan VCO, minyak sawit, dan minyak zaitun ke dalam wadah terpisah. Ketika suhu larutan NaOH telah mencapai sekitar 30–35°C, larutan tersebut dituangkan perlahan ke dalam campuran minyak sambil terus diaduk, disusul dengan penambahan minyak atsiri.

Adonan kemudian diaduk terus-menerus menggunakan hand whisk (pengocok manual) atau stick blender hingga mencapai kondisi trace (tekstur adonan mulai mengental). Setelah itu, adonan dituang ke dalam cetakan dan didiamkan selama 1–2 hari agar proses saponifikasi (penyabunan) berlangsung sempurna. Sabun yang telah dilepas dari cetakan kemudian melalui masa pengeringan (curing) di tempat bersirkulasi udara baik selama sekitar empat minggu sebelum siap dipasarkan.

Dosen Pendamping Lapangan PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY, Ika Wulandari, S.E., M.M., menyampaikan pelatihan tersebut bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat.

"Kami berharap ibu-ibu tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki motivasi untuk mengembangkan produk sabun VCO ini sebagai peluang usaha rumahan. Produk berbasis bahan alami memiliki prospek yang sangat baik karena trennya semakin diminati masyarakat," ungkap Ika.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama dua hari kegiatan. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi hingga berhasil menghasilkan sabun alami secara mandiri. Salah seorang peserta, Rini, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

"Pelatihannya sangat bermanfaat karena kami belajar langsung dari awal hingga akhir. Selama ini saya hanya tahu sabun itu ya beli di toko, ternyata kita bisa membuatnya sendiri dengan bahan yang berkualitas. Saya berharap bisa mempraktikkannya di rumah dan menjadikannya usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga," tuturnya antusias.