LLDIKTI Wilayah V Dampingi UMBY Raih Akreditasi Unggul
23 Jul 2026
126
by Fitriana Fitriana

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus mematangkan langkahnya untuk meraih predikat Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul. Komitmen ini diperkuat melalui pendampingan langsung dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V dalam acara bertajuk ‘Klinik Penguatan Mutu untuk Akselerasi Perguruan Tinggi Unggul’ yang digelar di Ruang Seminar Kampus 1 UMBY, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Kampus 1 UMBY ini diikuti yayasan Wangsamanggala, pimpinan universitas, para dekan, para ketua program studi, tim Penjaminan Mutu dari tingkat prodi hingga universitas, serta tenaga kependidikan.

Pada kesempatan tersebut, UMBY mendapatkan pembinaan dan evaluasi langsung dari Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., dr. The Maria Meiwati Widagdo, Ph.D, (validator Sistem Penjaminan Mutu tingkat LLDIKTI V) serta dari tim penjaminan mutu dan akreditasi LLDIKTI. Pendampingan ini fokus pada kesiapan institusi, penguatan sistem penjaminan mutu, dan penyempurnaan dokumen akreditasi.

Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., MP., menyambut antusias bimbingan teknis yang diberikan oleh LLDIKTI Wilayah V.

"Kami merasa terhormat dan bahagia mendapatkan pembinaan ini. UMBY yakin dan mampu meraih akreditasi Unggul, namun kami tetap membutuhkan pendampingan dan evaluasi agar langkah kami semakin mantap," ujar Dr. Agus.

Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., menekankan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya efisien dan efektif, tetapi harus memiliki resiliensi tinggi dalam menghadapi berbagai perubahan peraturan, teknologi, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan dunia kerja yang harus membuat kampus lebih adaptif dan responsif.

“Institusi tidak cukup hanya efisiensi, tetapi juga resiliensi karena perguruan tinggi harus mampu bertahan dan menyesuaikan diri terhadap perubahan yang berlangsung cepat,” ungkap Prof. Setyabudi.

Dalam arahan yang diberikan untuk UMBY, Prof. Setyabudi menilai UMBY memiliki peluang besar untuk menembus akreditasi Unggul karena beberapa modal utama terpenuhi.

“Beberapa syarat utama telah terpenuhi, dari jumlah program studi unggul, persentase dosen bergelar doktor, hingga dosen dengan jabatan akademik tinggi. Meski begitu, tetap masih ada PR yang perlu diperkuat, terutama pada sistem penjaminan mutu internal, tracer study, kelengkapan dokumen, dan penyusunan narasi keunggulan UMBY.

Narasumber dr. The Maria Meiwati Widagdo, Ph.D., dalam paparan ‘Penguatan Mutu untuk Akselerasi UMBY Unggul’ menggarisbawahi empat pilar fundamental sistem penjaminan mutu eksternal untuk akreditasi yang harus dijaga dan ditingkatkan oleh kampus.

“Kampus harus memperhatikan budaya mutu untuk peningkatan mutu secara konsisten, relevansi tri dharma dengan kebutuhan riil, akuntabilitas dan penegakan integritas di semua lini, serta diferensiasi misi yang harus selaras dengan arah pengembangan institusi,” pesan dr. Maria.

Akreditasi bukanlah sekadar predikat saja. Status tersebut menunjukkan proses pembelajaran yang berintegritas, sumber daya berkualitas, tata kelola layanan pendidikan yang dapat dipercaya, serta lulusan yang berkompeten.