UMBY Populerkan Bahasa Inggris Guna Dongkrak Potensi Kampung Wisata Bambu Jetis
10 Jul 2026
144
by Fitriana Fitriana

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) resmi menutup program Sekolah Alam Bahasa Inggris (SABI) Angkatan (Batch) IX di Dusun Jetis, Sumberrejo, Tempel, Sleman, pada Rabu (8/7/2026). Program ini mengintegrasikan pendidikan bahasa inggris dengan pelestarian kebudayaan Jawa guna mengembangkan potensi warga setempat sejak usia dini.

SABI yang menjadi salah satu kegiatan andalan di Kampung Wisata Bambu Jetis ini menyasar anak-anak mulai dari jenjang PAUD hingga Kelas VI SD. Pada penutupan Batch IX kali ini, tercatat sekitar 60 anak berpartisipasi dan menerima Sertifikat Penghargaan. Sebelum prosesi penutupan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan English in Action yang interaktif, seperti bernyanyi, permainan (games), serta treasure hunt di empat titik pos kawasan Kampung Wisata Bambu Jetis.

Dekan FKIP UMBY, Dr. Nuryadi, S.Pd.Si., M.Pd., menyatakan bahwa pelaksanaan SABI merupakan implementasi nyata dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) sekaligus penguatan pengabdian kepada masyarakat dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMBY.

“Kami bekerja sama dengan Sekolah Alam Bahasa Inggris di Kampung Wisata Bambu Jetis dengan konsep belajar yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Ke depan, setelah Angkatan IX ini, kegiatan akan terus berlanjut ke batch berikutnya bahkan direncanakan menggelar kegiatan lebih spesifik, seperti berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan untuk kegiatan budaya berbasis bahasa Inggris,” papar Nuryadi.

Sementara itu, Penanggungjawab kegiatan English in Action SABI sekaligus Wakil Dekan FKIP UMBY, Agustinus Hary Setiawan, S.Pd., M.A., menjelaskan bahwa antusiasme warga sangat tinggi dengan rata-rata peserta mencapai 50 hingga 80 orang per angkatan. Guna menjaga keberlanjutan program, UMBY menerapkan metode Training of Trainers (ToT) agar masyarakat dapat mengelola sekolah alam ini secara mandiri secara manajerial.

"Harapannya ke depan, dari program ini bisa meningkatkan perlahan pendapatan masyarakat, sampai hal-hal lain dari lini-lini yang ada di desa," ujar Hary.

Kegiatan ini turut menggerakkan mahasiswa yang tergabung dalam English Student Association (ESA) UMBY. Menariknya, dua mahasiswa asing asal Tajikistan, yakni Zulola (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris) dan Zanavbar (Prodi Akuntansi), juga ikut diterjunkan langsung untuk mendukung rangkaian acara.

Penutupan SABI Angkatan IX ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Hadir dalam acara tersebut Teguh Wahyudi, S.E. (Yayasan Wangsamanggala), Widarta, S.E., M.M., CDMP. (Kepala Biro Kerja Sama, Humas, dan Keprotokolan UMBY), Ahmadi, S.Pd. (Ketua Desa Budaya Sumberrejo mewakili Lurah Sumberrejo), serta Retno Wulandari (Pendamping Budaya Sumberrejo dari Dinas Kebudayaan DIY).

Respon positif juga datang dari orang tua wali murid. Fitri Nurjanti, salah satu orang tua peserta, mengaku bersyukur anak-anaknya bisa mengikuti program ini.

“Saya yakin ilmu, wawasan, dan pengalaman yang diperoleh anak-anak akan sangat bermanfaat. Dengan menguasai bahasa Inggris sejak dini, ke depannya banyak peluang yang dapat diraih. Suasana tempatnya juga sangat mendukung,” pungkas Fitri.