Dorong Daya Saing UMKM Mergangsan, Tim PKM UMBY Dampingi Transformasi Digital Bakpia Rotu Asri
07 Jul 2026
104
by Fitriana Fitriana

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, memiliki peran vital dalam menopang ekonomi lokal. Meski demikian, banyak pelaku usaha yang masih gagap menghadapi tantangan transformasi digital dan ketatnya persaingan pasar.

Merespons kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang diketuai oleh Widarta, SE., MM., (Manajemen UMBY) dengan anggota Dani Iswara S.A., MM., (Manajemen UMBY) dan Sabila Saberina, SE, MM., (Manajemen Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia) menggelar program pendampingan untuk meningkatkan daya saing UMKM di Kemantren Mergangsan, pada Minggu (05/07/2026). Fokus utama pendampingan kali ini menyasar pada produk lokal, Bakpia Rotu Asri.

Widarta menjelaskan, program transformasi digital ini diwujudkan dalam beberapa langkah konkret, mulai dari pendataan profil usaha, foto produk, pembuatan media publikasi, hingga inovasi kemasan.

Langkah pertama adalah profiling usaha untuk mendukung digitalisasi melalui situs web duitwutah.com. Tim melakukan pendataan profil UMKM di wilayah Wirogunan untuk diunggah ke portal tersebut.

"Website ini berfungsi sebagai ruang konsultasi sekaligus etalase digital bagi UMKM Mergangsan. Tujuannya tentu untuk memperluas akses pasar online dan mengawal program inovasi Kemantren Mergangsan secara berkelanjutan," ujar Widarta.

Selain itu, tim PKM UMBY juga memfasilitasi sesi foto produk profesional bagi 20 UMKM di wilayah Mergangsan. Menariknya, kegiatan ini didukung penuh oleh sesama pelaku usaha setempat, yakni Nglaras Coffee, yang menyediakan akomodasi. Hal ini membuktikan bahwa ekosistem UMKM di Mergangsan lebih mengutamakan semangat kolaborasi untuk bertumbuh bersama ketimbang persaingan yang saling menjatuhkan.

Pendampingan intensif juga diberikan secara spesifik kepada Bakpia Rotu Asri. Tim membantu mendesain beberapa spanduk sebagai media promosi untuk meningkatkan visibilitas produk di mata konsumen.

Mengingat bakpia adalah identitas kuliner Yogyakarta, inovasi kemasan menjadi perhatian khusus. Tim merancang kemasan baru Bakpia Rotu Asri agar ukurannya lebih kecil, praktis, dan estetik. Dengan wujud baru ini, produk diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, seperti dipajang di area kasir hotel, swalayan, tempat wisata, maupun pusat kuliner, serta cocok dijadikan suvenir di berbagai acara pameran.

Kehadiran program UMBY ini mendapat apresiasi positif dari warga. Tokoh masyarakat setempat, Maria Emaculata Dewi, berharap program pendampingan semacam ini memiliki keberlanjutan.

"Masyarakat, khususnya pelaku UMKM Bakpia Rotu Asri, akan semakin bersemangat karena produknya makin dikenal luas lewat media digital dan kemasan yang menarik. Pada akhirnya, ini akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat," pungkas Maria.