Di Tengah Padatnya Jadwal Kuliah, Mahasiswa Psikologi UMBY Sabet Emas di Kejuaraan Pencak Silat Fighter 2 Purworejo 2026
08 Jul 2026
114
by Fitriana Fitriana

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Muhammad Harits Zahry, mahasiswa semester 6 dari Program Studi Psikologi, sukses menyabet Juara 1 dan membawa pulang Medali Emas pada ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Fighter 2 Purworejo 2026.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh 500 peserta dari berbagai daerah dan diselenggarakan di GOR Sarwo Edhie Wibowo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada 22-23 Juni 2026 tersebut, Harits berhasil menyingkirkan para pesaingnya setelah tampil memukau pada kategori Seni Jurus Tunggal Tangan Kosong Putra Dewasa.

Kejuaraan Pencak Silat Fighter 2 Purworejo 2026 berlangsung maraton dari pagi hingga malam. Dimulai pada 22 Juni dengan kategori seni, dilanjutkan dengan upacara pembukaan, dan disambung kategori tanding (fight) hingga keesokan harinya, 23 Juni 2026.

Untuk membawa pulang emas, Harits harus memenuhi kriteria penilaian juri yang sangat ketat. Parameter kemenangan tidak hanya dinilai dari kebenaran gerak jurus baku, tetapi juga melibatkan kualitas teknik (wiraga), keserasian irama dan tempo (wirama), penghayatan serta ekspresi (wirasa), hingga keseimbangan, tenaga, dan ketepatan waktu.

Keberhasilan meraih emas ini terasa semakin istimewa karena diraih di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa semester 6 yang sedang dihadapkan pada padatnya jadwal praktikum, laporan praktikum (laprak), penelitian, hingga persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Menariknya, dalam ajang ini, Harits tidak hanya turun gelanggang sebagai seorang atlet, melainkan juga memegang tanggung jawab sebagai official atau pelatih yang mendampingi atlet-atlet juniornya selama berlatih dan bertanding.

Jam terbang Harits di dunia pencak silat memang sudah tidak diragukan. Ia telah aktif berkompetisi sejak bangku SMP. Sebelumnya, ia tercatat pernah berlaga di ajang internasional 2nd Tapak Suci World Championship di Universitas Brawijaya Malang, serta Kejuaraan Pencak Silat Tingkat DIY Ilmu Keolahragaan-FKIP Open 2025 di Kampus 1 UMBY.

Sebagai mahasiswa Psikologi, Harits mengaku sangat terbantu oleh ilmu yang ia pelajari di bangku kuliah. UMBY memberikan dukungan akademik yang sejalan dengan penguatan mental atlet. Wawasan mengenai kesejahteraan mental, penyelesaian masalah (problem solving), serta ilmu psikologi lainnya membantunya menjaga ketenangan di tengah dunia kejuaraan yang sangat kompetitif dan penuh tekanan.

"Teruslah berjuang dan jangan takut untuk bersaing. Jangan bandingkan dirimu dengan lawanmu, tapi bandingkan dirimu hari ini dengan dirimu yang kemarin. Fokus menjadi versi terbaik, dan jadikan lawan sebagai motivasi, bukan alasan untuk mundur," ujar Harits saat ditanya mengenai motivasinya.

Kejuaraan ini bukanlah garis akhir bagi Harits. Ia berharap pencapaian ini dapat membuka peluang yang lebih besar dan jalan menuju kesuksesan di masa depan. Melalui pencak silat, ia belajar untuk terus tumbuh, berjuang, dan membentuk dirinya menjadi generasi muda yang kuat, sabar, tangguh, dan tahan banting.