Tumbuhkan Kepedulian Sejak Dini, Tim PkM UMBY Edukasi Anak-Anak Sedayu Lewat Dongeng Tukik
02 Jun 2026
119
by Fitriana Fitriana

Mengajarkan kepedulian lingkungan pada anak-anak tidak harus lewat instruksi yang kaku. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) memilih cara yang lebih menyentuh yang mudah dipahami anak-anak yakni melalui mendongeng tentang perjuangan hidup seekor bayi penyu (tukik).

Kegiatan edukatif ini digelar di Omah Kebon Bintang, Sedayu, Bantul, pada Sabtu (23/5/2026). Sebanyak 12 anak dan 3 fasilitator, didampingi dua mahasiswa UMBY, tampak antusias mengikuti jalannya acara.

Program ini diinisiasi oleh tim dosen Fakultas Psikologi UMBY yang diketuai oleh Dr. Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto, M.Si., Psikolog, bersama anggotanya Dr. Muhammad Wahyu Kuncoro, M.Si., dan Ranni Merli Safitri, M.Si., Ph.D.

Dalam kegiatan tersebut, salah satu fasilitator, Bunda Tika, didampingi tim pengabdi membacakan buku cerita bertema alam berjudul “Perjalanan Pertama Tukik”. Buku ini merupakan karya khusus yang lahir dari rangkaian program peringatan Hari Bumi tahun 2026.

Anak-anak mendengarkan dengan antusias kisah perjuangan hidup mati seekor tukik yang dimulai dari menetas di sarang pasir hingga berhasil mencapai laut lepas. Dalam ceritanya, petualangan perdana sang tukik hampir gagal karena terhadang tumpukan sampah plastik seperti botol, kantong, gelas, dan sedotan di sepanjang pantai. Beruntung, tukik tersebut berhasil lolos dari jebakan sampah dan selamat sampai ke laut.

Ketua Tim PkM UMBY, Dr. Triana Noor Edwina, menjelaskan bahwa membacakan buku cerita bertema alam merupakan strategi psikologis yang efektif untuk menumbuhkan literasi lingkungan sejak dini.

"Literasi lingkungan bukan sekadar tahu teori, tapi membangun kesadaran dan kepedulian. Melalui cerita ini, anak-anak diajak merasakan langsung dampak buruk sampah plastik bagi makhluk hidup lain. Harapannya, empati ini terbawa hingga mereka dewasa dan terwujud dalam tindakan nyata menjaga kelestarian bumi," jelas Triana.

Usai sesi mendongeng, anak-anak diajak berinteraksi lewat sesi tanya-jawab interaktif mengenai petualangan penyu kecil tersebut. Tim PkM UMBY juga membagikan buku cerita “Perjalanan Pertama Tukik” agar bisa dibaca kembali oleh anak-anak.

Apresiasi tinggi datang dari Sri Sutariyah, M.Psi., salah satu fasilitator Omah Kebon Bintang. Menurutnya, metode ini sangat memudahkan anak-anak memahami isu lingkungan yang kompleks.

“Melalui karakter tukik yang menggemaskan, anak-anak lebih mudah paham mengapa kita harus menghemat plastik dan menjaga kebersihan pantai. Ini sangat menginspirasi mereka untuk mencintai alam,” ungkap Sri.

Kegiatan PkM UMBY tidak berhenti di ruang kelas. Pada akhir Mei ini, tim dosen bersama anak-anak dan fasilitator Omah Kebon Bintang dijadwalkan akan turun langsung ke Pantai Goa Cemara, Bantul, untuk melakukan aksi pelepasan tukik ke laut lepas.