Tim PkM UMBY Latih Peternak Sleman Olah Susu Kambing Jadi Yogurt Kemiri Milk
23 Jun 2026
113
by Fitriana Fitriana

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Peternakan, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) telah melaksanakan kegiatan dengan tema “Optimalisasi Produksi dan Nilai Tambah Susu Kambing melalui Teknologi Pengolahan dan Strategi Pemasaran pada Peternak Kambing Perah di Dusun Kemiri, Purwobinangun, Sleman”. Kegiatan yang diketuai oleh Ir. Nur Rasminati, M.P dengan anggota Ir. Setyo Utomo, M.P., Dr. Fazhana Ismail; Mahendra Wahyu Eka Pradana, S.Pt., M.Sc., Dr. Oktora Dwi Putranti, S.Pt., M.Sc., dan Noor Rizky Irmasari Hasibuan, S.Pt., M.Sc. ini dilaksanakan pada 9-23 Mei 2026 dengan melibatkan 15 peserta yang terdiri dari ibu-ibu anggota kelompok ternak kambing perah di Dusun Kemiri, Purwobinangun, Sleman.

Ir. Nur Rasminati mengatakan bahwa program pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas produksi susu kambing sekaligus membuka peluang usaha baru melalui pengolahan produk bernilai tambah. “Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh berbagai materi dan praktik langsung yang dapat diterapkan dalam usaha peternakan mereka,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi yang mencakup manajemen produksi ternak, pemerahan higienis, serta pengendalian mutu susu segar. Materi manajemen produksi ternak disampaikan oleh Ir. Nur Rasminati, M.P. dan Dr. Oktora Dwi Putranti, S.Pt., M.Sc., yang membahas berbagai aspek penting dalam pengelolaan ternak kambing perah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan.

Selanjutnya, materi pemerahan higienis dan pengendalian mutu susu segar disampaikan oleh Mahendra Wahyu Eka Pradana, S.Pt., M.Sc. dan Dr. Fazhana Ismail. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai prosedur pemerahan yang baik dan benar, penerapan sanitasi selama proses pemerahan, serta upaya pengendalian mutu susu segar guna menghasilkan produk yang aman dan berkualitas

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan yogurt susu kambing. Pada sesi ini, peserta dibekali teori dan praktik mulai dari persiapan bahan, proses pembuatan, hingga pengemasan produk.

Alat dan bahan yang digunakan dalam pelatihan antara lain inkubator sederhana, kultur bakteri yang dikembangkan oleh Program Studi Peternakan UMBY dan susu kambing yang diproduksi oleh Kelompok Ternak Kemiri.

Salah satu tantangan utama dalam pemasaran susu kambing adalah aroma khasnya yang tajam (prengus). Menjawab tantangan tersebut, tim PkM UMBY membawa inovasi berupa kultur bakteri mix yang dapat mengurangi aroma prengus pada susu kambing.

Hasilnya, yogurt yang diproduksi memiliki tekstur yang pas, rasa yang segar, serta aroma prengus yang berkurang drastis. Yoghurt hadir dalam dua varian rasa, yaitu original dan low-sugar dengan kemasan botol 250 ml.

Untuk mendukung keberlanjutan usaha, tim pengabdian juga memberikan sosialisasi branding dan strategi pemasaran produk. Peserta dibekali pengetahuan mengenai pentingnya identitas produk, desain kemasan, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Dari pelatihan ini dihasilkan merk ’’Kemiri Milk’’ sebagai merk dagang kelompok ternak.

Inovasi pengolahan ini terbukti membawa dampak finansial yang sangat signifikan bagi para peternak lokal. Setelah diolah, potensi nilai tambah produk yang awalnya peternak menjual susu kambing segar kepada pengepul dengan harga 17.000 – 18.000 per liter menjadi 14.000 per botol 250 ml atau 56.000 per liter yang berarti ada peningkatan nilai sekitar 67-69%.

"Para peserta kini telah mampu membuat produk yogurt dan mengemasnya dengan lebih menarik sehingga memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi. Ada potensi peningkatan nilai pendapatan yang sangat signifikan bagi peternak," ujar Ir. Nur Rasminati, M.P.

Salah satu peserta, Winarti, mengaku mendapatkan manfaat besar dari kegiatan tersebut. “Setelah ikut pelatihan, saya sudah bisa membuat yogurt dari susu kambing, dan saya berencana untuk menjualnya. Semoga ini bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga dan kelompok ternak kami,” katanya.

Guna memastikan keberlanjutan bisnis baru ini, tim PkM UMBY berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif kepada kelompok ternak Kemiri, mulai dari pengawasan mutu produksi yang higienis hingga perluasan jaringan pemasaran produk ke depannya.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan kelompok ternak kambing perah di Dusun Kemiri tidak hanya mampu menghasilkan susu segar berkualitas, tetapi juga mampu mengembangkan produk olahan yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih tinggi, " pungkas Ir. Nur Rasminati.

Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya inovasi, peningkatan kapasitas peternak, serta kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.