Dosen UMBY Terapkan Flushing Pakan MOL untuk Kambing Perah di Dusun Kemiri Pakem
19 Jun 2026
122
by Farida Dian Farida Dian

Tim dosen Program Studi Peternakan, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali melakukan inovasi untuk mendorong produktivitas peternak lokal. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), UMBY mengenalkan teknologi flushing pakan berbasis Mikroorganisme Lokal (MOL) kepada belasan peternak di Dusun Kemiri, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Sabtu (22/5/2026).

Ketua Tim Pengabdian UMBY, Ir. Setyo Utomo, M.P. menjelaskan bahwa inovasi ini ditujukan khusus untuk mendatangkan masa birahi (estrus) pada ternak kambing perah, guna mendongkrak efisiensi reproduksi yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi susu.

Dusun Kemiri dipilih menjadi sasaran program karena dinilai memiliki populasi kambing perah yang tinggi, namun terbentur oleh masalah efisiensi reproduksi yang masih rendah.

"Target utama dari intervensi teknologi ini adalah meningkatkan rasio jumlah kelahiran kambing perah di tingkat peternak, yang semula hanya dua kali dalam rentang dua tahun, diakselerasi menjadi tiga kali dalam dua tahun," jelas Ir. Setyo Utomo.

Dalam pelaksanaannya, Ir. Setyo Utomo didampingi oleh tim dosen yang terdiri dari Ir. Nur Rasminati, Dr. Oktora Dwi Putranti, dan Noor Rizky Irmasari Hasibuan, S.Pt., M.Sc. Kegiatan ini juga melibatkan empat mahasiswa (Anifah Ayu, Muhamad Rama Kuriawan, Rifki, dan Atika) sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pemberdayaan masyarakat.

Pelatihan yang diikuti oleh 19 anggota kelompok ternak Kemiri Farm ini tidak sekadar berisi teori. Peternak diajak mempraktikkan langsung pembuatan MOL dan metode flushing pakan menggunakan bahan lokal murah, seperti kuning telur dan bahan organik.

Proses pembuatan pakan MOL ini terbilang sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri oleh peternak:

  • Nasi tanpa campuran kimia didiamkan selama 2-3 hari hingga memunculkan jamur berwarna putih atau oranye.
  • Nasi yang telah berjamur kemudian dicampur merata dengan irisan gula merah menggunakan perbandingan 1:1.
  • Campuran tersebut dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat dan didiamkan selama 15 hari hingga menghasilkan cairan kecokelatan menyerupai kecap.
  • Terakhir, cairan disaring menggunakan kain bersih dan siap digunakan sebagai sumber mikroorganisme tambahan bagi ternak.

Hasil penerapan metode flushing (strategi manajemen nutrisi untuk meningkatkan kecukupan asupan menjelang perkawinan) ini terbukti sangat efektif. Berdasarkan uji coba pada induk kambing yang sedang tidak bunting, pemberian pakan ini sukses mendatangkan birahi secara total (100 persen) sebelum hari ke-10 pasca-pemberian.

"Melalui pemanfaatan kuning telur dan MOL, peternak dapat meningkatkan kualitas pakan dengan biaya yang relatif terjangkau. Teknologi ini memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar. Harapannya, pendapatan peternak turut meningkat seiring membaiknya performa reproduksi kambing," tambah Ir. Setyo Utomo.

Inovasi aplikatif dari kalangan akademisi ini disambut positif oleh peternak dan pemerintah dusun setempat. Ketua Kelompok Kemiri Farm, Iwan Kurniawan, menyebut materi pelatihan sangat relevan dengan kendala riil yang dihadapi anggotanya.

"Kami berterima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa UMBY. Teknologi yang diperkenalkan ini sangat aplikatif dan sesuai dengan kondisi usaha peternakan rakyat. Kami berharap pendampingan ini bisa berkelanjutan," tutur Iwan.

Senada dengan Iwan, salah satu anggota kelompok, Yunila Syahri, mengaku mendapatkan solusi atas masalah mahalnya biaya pakan yang kerap menghantui peternak. "Selama ini biaya pakan menjadi tantangan utama. Dengan pelatihan ini, kami punya wawasan baru mengenai pemanfaatan MOL secara mandiri untuk meningkatkan kualitas ternak kami," ujarnya antusias.

Selain praktik, acara ini juga menjadi wadah diskusi interaktif untuk membedah berbagai problem peternakan di lapangan, mulai dari suplai pakan, manajemen kesehatan dan reproduksi, hingga strategi ekspansi usaha kambing perah.

Melalui kegiatan PkM ini, Program Studi Peternakan UMBY kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor peternakan rakyat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan peternak ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan usaha peternakan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.