Agroteknologi UMBY Gandeng Direktur PT SHIMA, Persiapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Agrobisnis
19 Jun 2026
120
by Farida Dian Farida Dian

Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sukses menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu guna memperkecil celah antara teori akademik dan realita industri pertanian. Kegiatan bertajuk "Tantangan dan Strategi Pengembangan Bisnis di Sektor Pertanian" ini digelar di Ruang Teater Barat, Rektorat Lantai 3 UMBY, Jumat (12/6/2026).

Acara yang dihadiri oleh 50 mahasiswa ini menghadirkan Ir. Hadi Mustofa, S.E., M.B.A., Akt., yang merupakan Founder sekaligus Direktur PT Shadani Insan Mulia Abadi (SHIMA). PT SHIMA sendiri merupakan perusahaan agroindustri yang telah bergerak di bidang produksi pupuk fosfat, NPK, organik, serta perdagangan pupuk sejak tahun 2014.

Dalam paparannya, Ir. Hadi Mustofa menekankan bahwa sektor pertanian memegang peranan yang sangat vital bagi perekonomian nasional. Tidak hanya menyediakan kebutuhan pangan masyarakat dan menjadi sumber mata pencaharian jutaan petani, tetapi juga menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional, berkontribusi terhadap perekonomian daerah, dan memiliki potensi besar untuk ekspor serta hilirisasi produk.

Meski Indonesia diberkahi sumber daya alam melimpah, iklim tropis, keanekaragaman komoditas yang tinggi, serta pasar domestik yang besar, Hadi tidak menampik adanya tantangan nyata yang membayangi industri ini. Mulai dari produktivitas yang belum optimal, rendahnya regenerasi petani muda, teknologi yang belum merata, fluktuasi harga komoditas, serta alih fungsi lahan pertanian.

"Membangun bisnis di sektor pertanian itu tidak semudah yang dibayangkan. Kita harus siap menghadapi berbagai risiko, belajar dari kesalahan, dan terus berinovasi. Yang membedakan pengusaha sukses dengan yang gagal bukan karena mereka tidak pernah jatuh, tapi karena mereka selalu bangkit dan terus bergerak maju," tegas Hadi di hadapan mahasiswa.

Ia menggarisbawahi adanya kesenjangan (gap) antara ekspektasi pemula yang menginginkan keuntungan cepat, dengan realita lapangan yang penuh ketidakpastian serta membutuhkan mental tahan banting.

“Tantangan internal yang dihadapi pelaku bisnis pertanian meliputi keterbatasan modal, SDM yang belum kompetitif, dan manajemen usaha yang belum profesional. Sementara tantangan eksternal mencakup perubahan iklim, persaingan global, perubahan regulasi, dan ketidakstabilan harga pasar,” imbuhnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Hadi Mustofa membagikan enam strategi utama yang telah diterapkan di PT SHIMA. Strategi tersebut meliputi yakni: (1) Inovasi Produk — mengembangkan produk pertanian bernilai tambah yang sesuai kebutuhan pasar; (2) Efisiensi Operasional — meningkatkan efisiensi proses produksi dan penggunaan sumber daya; (3) Digitalisasi — memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengambilan keputusan dan manajemen usaha; (4) Penguatan Kemitraan — membangun kolaborasi strategis dengan petani, mitra usaha, dan pemangku kepentingan; (5) Hilirisasi Produk — mengolah hasil pertanian menjadi produk turunan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing; serta (6) Pengembangan SDM — meningkatkan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia pertanian secara berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran dosen Agroteknologi UMBY, di antaranya Ir. Reo Sambodo, S.P., M.M.A., Nanda Mei Istiqomah, S.P., M.P., dan Farra Ummush Sholiha, S.Tr.P, M.P.

Mewakili program studi, Ir. Reo Sambodo menjelaskan bahwa kuliah praktisi ini memang dirancang khusus sebagai persiapan awal bagi mahasiswa sebelum lulus.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di bangku kuliah, tetapi juga memiliki pemahaman yang utuh tentang tantangan dan peluang yang ada di lapangan, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum terjun ke dunia kerja," tutur Reo.

Antusiasme tinggi terlihat pada sesi tanya jawab. Para mahasiswa aktif mengulik peluang karier, tips memulai usaha, hingga prospek cerah pupuk organik di masa depan.

Selfa, salah satu mahasiswa peserta, mengaku mendapatkan sudut pandang baru yang lebih realistis. "Pak Hadi memberikan gambaran yang sangat jujur, bukan hanya soal peluangnya, tapi juga risiko dan kerja keras di baliknya. Ini jadi motivasi buat saya untuk lebih serius mempersiapkan diri," ungkapnya.

Melalui agenda rutin seperti ini, Agroteknologi UMBY kembali mempertegas komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga adaptif dan siap kerja di industri pertanian nasional.