Dukung Ketahanan Pangan, 50 Mahasiswa Agroteknologi UMBY Sukseskan Gertam Cabai 1.000 Bibit di Wirobrajan
22 Jun 2026
128
by Farida Dian Farida Dian

Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang telah meraih akreditasi Unggul, menunjukkan komitmen nyatanya dalam memajukan pertanian melalui aksi nyata di lapangan. Sebanyak 50 mahasiswa diterjunkan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta di Pendopo Sumarah Wirobrajan, pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pengabdian sekaligus sinergi konkret antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi lokal.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pertanian DPP Kota Yogyakarta, Eny Sulistyowati, S.P. Turut hadir memberikan sambutan di antaranya Purnomo selaku perwakilan Kelompok Tani Swa Katon Asri yang bertindak sebagai tuan rumah, Desy Indriastuti, S.STP., M.Si. selaku Kepala Jawatan Kemakmuran Kemantren Wirobrajan, serta Komandan Kodim 0734 Kota Yogyakarta, Kolonel Inf Arif Setiyono, S.I.P., M.H.I. Keterlibatan berbagai unsur mulai dari pemerintah, DPRD, TNI, Polri, hingga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) ini semakin memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kemandirian pangan kota.

Dalam arahannya, Eny Sulistyowati menegaskan bahwa Gertam Cabai merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan komoditas hortikultura yang kerap memengaruhi laju inflasi. “Lebih dari sekadar program pertanian, agenda ini difungsikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya budidaya tanaman pangan di kawasan perkotaan,” ujarnya.

Eny menambahkan, pemanfaatan lahan pekarangan dan pengembangan kampung sayur terus didorong oleh DPP sebagai program unggulan demi memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga, terutama karena cabai sering menjadi pemicu gejolak inflasi saat musim penghujan tiba akibat penurunan produksi dan lonjakan harga.

Pada aksi lapangan tersebut, 50 mahasiswa UMBY yang didampingi langsung oleh dua dosen pendamping, Ir. Reo Sambodo, S.P., M.M.A. dan Nanda Mei Istiqomah, S.P., M.P., terlibat aktif dalam proses persiapan media tanam untuk 1.000 bibit cabai yang didistribusikan kepada Kelompok Tani Swa Katon Asri. Mahasiswa mempraktikkan langsung ilmu mereka mulai dari pencampuran tanah dengan kompos dan sekam bakar agar gembur dan kaya hara, pengaturan drainase polybag guna mencegah pembusukan akar, hingga penyesuaian pH tanah agar ideal bagi pertumbuhan tanaman cabai.

Untuk memastikan keberhasilan pasca-tanam, Nanda Mei Istiqomah turut membagikan tips praktis kepada warga, seperti menjaga kepadatan media tanam, melakukan penyiraman secara teratur namun tidak berlebihan, serta memastikan tanaman mendapat sinar matahari minimal enam jam per hari. Selain itu, ia juga menyarankan pemberian pupuk organik secara berkala dan pemantauan hama secara rutin untuk menjaga kesehatan tanaman sejak fase awal pertumbuhan.

Dosen Agroteknologi UMBY, Ir. Reo Sambodo, berharap melalui kegiatan ini mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman berharga dengan membaur bersama petani kota serta membangun kepekaan sosial terhadap realita pertanian perkotaan. “Ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas,” tegasnya.

Harapan ini bersambut baik dari para mahasiswa, salah satunya Selfa, yang mengaku sangat terkesan karena bisa berinteraksi langsung dengan petani kota. “Selain mendapatkan ilmu langsung dari praktik di lapangan, saya juga bisa berinteraksi langsung dengan petani kota dan memahami tantangan yang mereka hadapi sehari-hari. Pengalaman seperti ini membuat saya lebih menghargai proses di balik setiap tanaman yang kita konsumsi.” kata mahasiswa Agroteknologi UMBY tersebut.

Kehadiran civitas akademika UMBY ini pun mendapat apresiasi tinggi dari warga setempat. Purnomo, perwakilan Kelompok Tani Swa Katon Asri, menyatakan pihaknya sangat terbantu oleh tenaga dan semangat para mahasiswa yang membuat proses penanaman menjadi lebih cepat dan tertata. Ia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut di masa depan karena kehadiran pihak kampus membuat para petani kota merasa didukung dalam mengembangkan pertanian perkotaan.

Keterlibatan aktif ini sekaligus mencerminkan keberhasilan UMBY dalam mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara konkret guna melahirkan generasi pertanian yang tidak hanya cakap akademis, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat.