Siapkan Pendidik Adaptif, FKIP UMBY Bekali Mahasiswa PPL 2026 dengan Keterampilan Multidisipliner
22 Jul 2026
128
by Fitriana Fitriana

Guna memastikan kesiapan mahasiswa sebelum terjun langsung ke lapangan kerja, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyelenggarakan Kuliah Tamu mata kuliah Program Pengenalan Lapangan (PPL) 1. Digelar secara daring melalui platform Zoom pada Kamis (11/6/2026), kegiatan ini dirancang secara komprehensif dengan membagi materi ke dalam tiga konsentrasi utama: Pendidikan, Kebugaran, dan Terapi.

Agenda yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa aktif dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Bimbingan Konseling, dan Ilmu Keolahragaan ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman teoretis di bangku kuliah dengan realitas kebutuhan terkini di dunia kerja. Untuk memberikan wawasan aplikatif, FKIP UMBY menghadirkan tiga pakar profesional sebagai narasumber utama.

Kepala Laboratorium Microteaching dan UPPL, Ginanjar Nugraheningsih, S.Pd. Jas., M.Or., menyampaikan bahwa spesialisasi materi ini adalah langkah konkret fakultas untuk membekali daya saing multidisipliner mahasiswanya.

"Kami ingin mahasiswa FKIP UMBY memiliki kesiapan mental dan keterampilan practical yang matang. Tantangan di lapangan saat ini menuntut pendidik yang tanggap, tidak hanya dalam aspek pengajaran kelas, melainkan juga dalam pengembangan kebugaran dan metode terapi pendukung," ujar Ginanjar dalam sambutannya.

Pada sesi konsentrasi Pendidikan, Kepala SMK Negeri 1 Sentolo, Sumari, S.Pd., M.Sc., menyoroti pentingnya adaptasi guru muda terhadap manajemen sekolah modern. Menurutnya, calon pendidik tidak boleh hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga harus peka terhadap ekosistem digital sekolah dan tata kelola administrasi serta budaya kerja profesional yang dinamis.

"Sebagai strategi menghadapi dinamika Gen-Z, perlu adanya pendekatan pembelajaran berbasis digital empathy, pemanfaatan media interaktif, penerapan manajemen kelas inklusif, serta komunikasi emosional dua arah," papar Sumari.

Sementara itu, untuk sektor kesehatan fisik dan kebugaran, Coach dan Personal Trainer Fitness Plus Jogja, Raihan Alhadi, S.Or., menjelaskan pentingnya integrasi sport science dengan industri komersial. Raihan menekankan wajibnya asesmen fisik awal secara komprehensif, seperti analisis postur, tes mobilitas sendi, dan evaluasi riwayat cedera, serta penggunaan teknologi fitness tracking. Hal ini menjadi acuan dalam merancang program latihan berbasis strength and conditioning yang aman, personal, dan terukur, dengan menyesuaikan volume serta intensitas latihan berdasarkan usia, tingkat kebugaran, dan target spesifik masing-masing individu.

Pada konsentrasi ketiga, Manajer Bengkel Terapi Masase Cedera Olahraga (BTMCO) Mafaza, Evi Nur Khasanah, M.Or., mengupas tuntas pentingnya pendekatan terapi fisik dan kinesiologi. Materi ini dirancang untuk menambah nilai kompetensi mahasiswa PPL saat menghadapi anak berkebutuhan khusus atau menangani pemulihan cedera.

Secara praktis, Evi memaparkan teknik penanganan cedera olahraga akut melalui metode PRICE (Protect, Rest, Ice, Compression, Elevation) dan adaptasi gerakan motorik khusus yang dapat diterapkan guru saat mendampingi siswa berkebutuhan khusus di sekolah.

Pendekatan lintas disiplin ini terbukti efektif dalam menyiapkan mental mahasiswa. Rian, salah satu peserta dari Program Studi Pendidikan Matematika, mengaku wawasannya menjadi lebih terbuka setelah mengikuti kuliah tamu tersebut.

"Jujur, awalnya saya merasa cukup cemas membayangkan bagaimana menghadapi situasi riil di sekolah nanti. Namun, pemaparan praktis dari para narasumber, khususnya cara adaptasi guru muda terhadap manajemen sekolah modern, membuka wawasan baru. Pembekalan ini sangat bermanfaat sehingga rasa tegang saya berkurang dan kini jauh lebih siap untuk praktik lapangan," ungkapnya.

Melalui agenda pembekalan ini, FKIP UMBY kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang inovatif, adaptif, dan siap berkontribusi secara nyata di berbagai sektor pengabdian masyarakat.