Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) angkatan 2022 sukses menyelenggarakan Workshop Terapi Olahraga Inklusif. Kegiatan bertajuk “Gerak Sehat Tanpa Batas” ini digelar di Komunitas Difabel Pinilih Sedayu, Kabupaten Bantul, pada Kamis (16/1/2026).
Workshop ini merupakan implementasi nyata dari mata kuliah Aktivitas Jasmani dan Terapi Bermain Okupasi untuk Anak Difabel pada semester 7. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari anggota komunitas Pinilih, pendamping, serta masyarakat sekitar antusias mengikuti rangkaian materi yang dirancang secara adaptif dan partisipatif.
Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar terapi olahraga inklusif yang menekankan prinsip aman adaptif, dan partisipatif. Selain itu, para mahasiswa memberikan pelatihan aktivitas jasmani adaptif untuk meningkatkan koordinasi dan kepercayaan diri peserta.
_1768966818.jpeg)
Salah satu sesi yang paling diminati adalah praktik pelatihan gerak dasar terapi massage cedera olahraga. Pelatihan ini bertujuan menambah wawasan peserta dalam penanganan cedera secara mandiri sekaligus memperkuat keterampilan pijat tradisional yang telah dimiliki oleh anggota komunitas.
"Saya merasa senang dan terbantu dengan adanya Workshop Terapi Olahraga Inklusif ini, praktek massage (Pijat) untuk cedera yang diberikan mudah dipahami dan gerakannya disesuaikan dengan kemampuan kami, sehingga sangat sesuai, aman dan bermanfaat untuk diikuti,” ujar Noor Asridah, salah satu peserta penyandang disabilitas daksa.
Pengurus Komunitas Pinilih, Tri Maria, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa UMBY tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pemahaman komunitas mengenai aktivitas gerak yang aman bagi difabel.
“Kami berharap kerja sama dan kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan dan kebugaran penyandang difabel,” ujar Tri Maria.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan pendampingan langsung oleh mahasiswa Ilmu Keolahragaan FKIP UMBY. Dosen pengampu mata kuliah, Yulius Agung Saputro, S.Or., M.Or., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting dalam pembentukan kompetensi profesional mahasiswa.
“Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari mata kuliah yang menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam merancang dan menerapkan aktivitas jasmani serta terapi bermain okupasi bagi anak dan masyarakat difabel. Mahasiswa belajar memahami kebutuhan peserta sekaligus membangun empati dan profesionalisme,” ujarnya.
_1768966842.jpeg)
Koordinator kegiatan, Riana BR Saragih, menyatakan bahwa persiapan matang telah dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan sosial. Senada dengan hal tersebut, Bayu Ardianto, mahasiswa pengisi kegiatan, mengaku mendapat pengalaman berharga mengenai fleksibilitas dalam terapi olahraga.
"Kami belajar bagaimana menyesuaikan olahraga dengan kondisi peserta. Terapi olahraga haruslah bersifat inklusif dan dapat diakses oleh siapa saja," tutur Bayu.
Pelaksanaan workshop berlangsung dengan suasana hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta mempraktikkan gerakan yang dipandu oleh mahasiswa. Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Keolahragaan FKIP UMBY berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat difabel, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan.