Wujudkan Kampus Hijau, Tim Hibah WWF UMBY Dalami Strategi Zero Waste di BLE Banyumas
13 May 2026
120
by Farida Dian Farida Dian

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan. Belum lama ini Tim UMBY sukses meraih hibah dari World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia tahun 2026. UMBY terpilih menjadi satu dari enam perguruan tinggi di DIY yang memenangkan hibah WWF Indonesia. Program ini bertujuan mengampanyekan gerakan zero waste campus plastic yang menyasar generasi muda sebagai agen perubahan.

Tim pelaksana hibah UMBY terdiri dari para pakar lintas disiplin, yakni Ir. Reo Sambodo, S.P., M.M.A. (Agroteknologi) selaku ketua, serta dua anggota yaitu Ir. Ajat Sudrajat, S.Pt., M.Pt., IPP. (Peternakan) dan Ichlasia Ainul Fitri, S.TP., M.Sc. (Teknologi Hasil Pertanian).

Menindak lanjuti hal tersebut, Tim UMBY melakukan kunjungan edukatif ke Balai Lingkungan Edukasi (BLE) Kabupaten Banyumas pada Sabtu (25/04/2026). Kunjungan ini merupakan langkah awal implementasi program “Pengelolaan Sampah Terpadu Dalam Upaya Menuju Kampus Zero Waste”. Dipilihnya BLE Banyumas bukan tanpa alasan; fasilitas ini telah menjadi percontohan nasional dalam keberhasilan mengelola sampah dari hulu ke hilir hingga mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan.

Di BLE Banyumas, tim UMBY diterima langsung oleh pengelola setempat untuk melihat proses pemilahan sampah residu hingga pemanfaatan teknologi modern. Edi Nugroho, staf BLE Banyumas, menjelaskan bahwa di tempat ini sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sumber daya.

"Kami mengedukasi masyarakat bahwa melalui teknologi dan manajemen yang tepat, sampah plastik bisa diolah menjadi paving blok, genteng, hingga bahan bakar industri (RDF) untuk pabrik semen dan PLTU. Sementara sampah organik sepenuhnya habis diolah menjadi kompos atau pakan maggot," jelas Edi.

Selama kunjungan, tim UMBY meninjau langsung proses pemisahan plastik layak jual serta metode Black Soldier Fly (BSF) untuk mengurai sampah organik rumah tangga.

Ketua Tim Hibah UMBY, Ir. Reo Sambodo, menegaskan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi referensi utama dalam menyusun standar pengelolaan sampah di lingkungan universitas.

"Kegiatan ini adalah wujud komitmen UMBY mendukung gerakan Green Campus. Kami ingin memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai isu lingkungan global dan membawa inovasi dari Banyumas untuk diterapkan di kampus maupun masyarakat luas," ujar Reo.

Senada dengan itu, Sekar dari WWF Indonesia berharap kolaborasi ini menciptakan efek bola salju. Mengingat mahasiswa di Yogyakarta berasal dari seluruh nusantara, kesadaran lingkungan yang dipupuk di UMBY diharapkan terbawa hingga ke daerah asal mereka setelah lulus nanti.

Dengan dukungan pendanaan internasional melalui WWF Indonesia, organisasi konservasi yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1962, UMBY optimistis mampu menciptakan ekosistem kampus yang mandiri dalam mengelola limbah dan selaras dengan alam.