Lewat "Roda Sehat" dan "Tangga Bahagia", Akademisi UMBY Latih Kader PKK Gunungkidul Kelola Stres Ekonomi
16 Jul 2026
139
by Fitriana Fitriana

Guna memperkuat peran komunitas dalam kesehatan keluarga dan ketahanan ekonomi, tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Prodi Keperawatan Poltekes Permata Indonesia menggelar edukasi interaktif di Balai Dukuh Gunungsari, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan PkM ini menyasar 55 kader dan anggota kelompok PKK setempat. Mengusung tema "Penguatan PHBS Rumah Tangga & Peningkatan Kesejahteraan Psikologis melalui Roda Sehat dan Tangga Bahagia", program ini hadir sebagai solusi kreatif untuk mengatasi tantangan literasi kesehatan dan psikososial di tingkat rumah tangga.

Tim UMBY diinisiasi oleh Prof. Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., MM., bersama Rani Rengganis, M.Si., Ph.D., dan Davita Variani, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Sementara tim Poltekes Permata Indonesia diwakili oleh Dr. Amalina Tri Susilani, S.SiT, MPH., Harpeni Siswatibudi, S.Psi., MPH., dan Dwi Ratnaningsih, SST., MPH.

Prof. Alimatus menjelaskan, kegiatan ini menjawab tantangan nyata di masyarakat terkait pentingnya literasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pencegahan stunting, sekaligus membekali keluarga dengan kemampuan psikososial menghadapi tekanan ekonomi.

“Kami melihat kelompok PKK memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan penggerak kesehatan keluarga. Melalui media permainan edukatif, edukasi PHBS serta manajemen stres finansial menjadi lebih partisipatif, mudah dipahami, dan menyenangkan dibanding sekadar metode ceramah konvensional,” ujar Prof. Alimatus.

Inovasi pertama, yakni media "Roda Sehat", dipaparkan oleh Dr. Amalina. Media ini dirancang untuk memperkuat pemahaman PKK mengenai 10 indikator PHBS rumah tangga. Indikator tersebut mencakup persalinan oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, penimbangan di posyandu, ketersediaan air bersih dan jamban sehat, cuci tangan pakai sabun, pemberantasan jentik nyamuk, konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik harian, hingga larangan merokok di dalam rumah.

Inovasi kedua adalah media "Tangga Bahagia" yang menjadi terobosan edukasi psikososial-finansial berbasis experiential learning. Rani Rengganis, Ph.D., menuturkan, permainan ini mengintegrasikan konsep Subjective Well-Being (SWB) agar peserta memiliki strategi koping yang adaptif terhadap tekanan ekonomi keluarga sehingga mampu mengambil keputusan finansial yang rasional dan menghindari utang mikro berisiko

Lebih lanjut Rengganis menguraikan strategi coping yang adaptif dapat dijadikan sebagai cara menghadapi stres atau tekanan dengan pendekatan yang sehat, realistis, dan membantu individu tetap berfungsi secara optimal, baik secara emosional, kognitif, maupun perilaku. Dalam psikologi, hal semacam ini sering dikaitkan dengan kemampuan coping stress yang efektif dan konstruktif. Di dalam permainan “Tangga Bahagia” terdapat kartu-kartu sesuai nomor dimana dadu berhenti, di dalam kartu tersebut ada kasus kemudian peserta diminta berdiskusi dari kasus tersebut, peserta diminta merefleksikan kasus tersebut dan mengatur prioritas serta rencana tindakan sehingga mereka belajar keterampilan yang baru.

 

"Pendekatan game-based learning ini melatih keterampilan regulasi emosi dan komunikasi keluarga. Peserta diedukasi agar memiliki strategi koping yang adaptif terhadap tekanan ekonomi, misalnya melalui penetapan prioritas kebutuhan yang rasional, komunikasi yang transparan, sehingga mereka dapat menghindari jerat utang mikro yang berisiko," jelas Rani.

Kegiatan yang berlangsung partisipatif ini mendapat apresiasi positif dari pihak kelurahan. Dukuh Gunungsari, Nung Yuwana, menyambut baik inovasi metode edukasi dari tim akademisi tersebut. Menurutnya, sosialisasi kesehatan yang biasanya hanya bersifat satu arah kini berubah menjadi ruang diskusi yang hidup.

“Kegiatan ini memberikan warna baru bagi PKK kami. Dengan 'Roda Sehat dan Tangga Bahagia', ibu-ibu menjadi lebih semangat, aktif berdiskusi, dan ilmunya lebih mudah diterapkan di rumah tangga,” ungkap Nung.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PKK Gunungsari, Etika Lomaristy Pradananingsih, menyebut kehadiran media edukasi ini sebagai angin segar.

"Ibu-ibu merasa senang diajak bermain sambil belajar. Media ini sangat aplikatif untuk mengelola stres saat menghadapi masalah ekonomi," tuturnya.

Sebagai bentuk hilirisasi pengetahuan yang berkelanjutan, luaran dari program ini tidak berhenti pada sesi edukasi. Tim PkM juga memberikan hibah media permainan, modul fasilitator, dan instrumen evaluasi yang diserahterimakan kepada mitra PKK agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang sebagai garda depan kesejahteraan keluarga Indonesia.