Dorong Bank Sampah Kalen Duit Naik Kelas, Tim PkM UMBY Gelar Outing Class 'Sekolah Hijau'
15 Jul 2026
123
by Fitriana Fitriana

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN menyelenggarakan kegiatan outing class di Ledok Sambi, Pakembinangun, Kabupaten Sleman, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan ini merupakan puncak sekaligus penutup dari rangkaian program "Sekolah Hijau" yang telah berjalan selama dua bulan. Fokus utamanya adalah melakukan up-grading atau peningkatan kapasitas manajemen berbasis teknologi digital bagi pengurus Bank Sampah Kalen Duit yang berlokasi di Kampung Sapen, Kota Yogyakarta.

Sebagai tulang punggung kebersihan lingkungan di wilayahnya, Bank Sampah Kalen Duit saat ini memiliki 47 orang anggota aktif. Setiap bulannya, mereka rata-rata berhasil mengelola hingga 450kilogram sampah anorganik dan mencetak omzet sekitar Rp700.000. Untuk melipatgandakan capaian tersebut, tim akademisi hadir memberikan sharing session manajerial serta memfasilitasi penyusunan program kerja digitalisasi secara partisipatif menggunakan metode metaplan.

Guru Besar UMBY, Prof. Dr. Dorothea Wahyu Ariani, selaku ketua Tim PkM, memaparkan strategi penting di hadapan 10 orang pengurus Bank Sampah Kalen Duit, Ketua RW, dan Ketua PKK, agar bank sampah dapat segera 'naik kelas'.

"Bank sampah harus menerapkan fungsi manajemen dengan baik, mulai dari perencanaan, organisasi, pengawasan, hingga evaluasi berkala. Selain itu, perlu ada perluasan layanan dan usaha, semisal memproduksi aksesoris atau kerajinan daur ulang dari plastik, kain perca, dan kemasan, lalu memasarkannya melalui media sosial dan marketplace," jelas Prof. Ariani.

Turut hadir sebagai narasumber, Dr. Alifah Widya Rachmawati, S.E., M.M., dan Dra. Tri Harsini Wahyuningsih, M.Si. dari STIM YKPN. Dalam paparannya, Tri Harsini menyoroti pentingnya strategi retensi anggota.

"Partisipasi anggota dapat ditingkatkan melalui pemberian reward atau penghargaan, seperti pembagian paket sembako bagi mereka yang paling aktif bertransaksi. Di sisi internal, sistem insentif yang teratur juga perlu diterapkan agar kinerja pengurus menjadi lebih optimal," urai Tri Harsini.

Sementara itu, fasilitator lapangan Awan Santosa, S.E., M.Sc., CIPE., mendorong pengurus untuk membiasakan penyusunan program kerja dan rencana anggaran secara periodik.

"Kebutuhan anggaran perlu diidentifikasi beserta alternatif pembiayaannya. Optimalisasi teknologi digital mutlak diperlukan hari ini. Pengurus bisa memaksimalkan smartphone untuk pemasaran online melalui WhatsApp Business, Instagram, Facebook, hingga platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia guna mendongkrak pendapatan," ujar Awan.

Inisiatif digitalisasi dan pembenahan manajemen ini mendapat respons positif dari pihak mitra. Ketua Bank Sampah Kalen Duit RW 07, Eni Sumaryati, mengaku sangat terbantu dengan adanya program Sekolah Hijau.

"Program yang berjalan dua bulan ini sangat menjawab keinginan pengurus untuk naik kelas dengan manajemen yang lebih baik. Kami berharap pendampingan ini terus berlanjut agar kemampuan mengelola organisasi dan memasarkan produk anggota secara digital semakin meningkat," tutur Eni.

Eni menambahkan, eksistensi bank sampah sejauh ini telah memberikan dampak nyata. Selain menjaga kebersihan lingkungan Kampung Sapen dan mengurangi volume buangan ke depo sampah secara signifikan, kehadiran bank sampah juga telah terbukti membantu warga memiliki tabungan tambahan untuk menopang ekonomi keluarga.