Keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri memicu kepedulian sivitas akademika Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Tantangan tersebut dijawab tim dosen Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMBY dengan menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional di Malaysia, baru-baru ini pada Senin-Kamis (1-4 Juni 2026).
Dalam aksi ini, UMBY bersinergi dengan dua mitra lokal, yaitu Sanggar Bimbingan (SB) At Tanzil Serdang dan SB Al-Ikhlas Sungai Penchala. Agenda internasional ini diinisiasi oleh Dr. Nuryadi, M.Pd., bersama dua dosen anggota, Nafida Hetty Marhaeni, M.Pd., dan Naela Faza Fariha, M.Sc. Kolaborasi lintas negara ini juga didukung penuh oleh mitra strategis dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Mazlini binti Adnan.
Ketua Tim PkM UMBY, Dr. Nuryadi, menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah memperkuat kompetensi dasar literasi dan numerasi, atau yang lebih dikenal dengan istilah Calistung (Baca, Tulis, Hitung). Tim mengidentifikasi bahwa pendekatan belajar konvensional sering kali membuat anak-anak di sanggar bimbingan cepat bosan.
“Oleh karena itu, kami menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Melalui TGT, siswa tidak hanya belajar secara individu, tetapi juga diajak bekerja sama dalam tim, berkompetisi dalam permainan edukatif, dan mengikuti turnamen akademik yang menantang,” papar Nuryadi.
Anak-anak diajak bermain Tebak Angka Cepat dan Ice Breaking Hitung Berantai. Melalui tebakan angka interaktif ini, mengasah fokus dan logika dasar tanpa merasa tertekan, sehingga suasana kelas terasa tidak kaku, jenuhnya hilang, dan mereka jadi lebih bersemangat.
Kehadiran metode TGT ini disambut penuh antusias oleh para siswa di kedua sanggar bimbingan. Pengelola SB Al-Ikhlas Sungai Penchala, Lina Murniati, A.Md., mengakui efektivitas inovasi pembelajaran yang dibawa oleh tim UMBY tersebut.
“Permainan matematika yang dikemas dalam bentuk kompetisi ringan terbukti efektif memecahkan hambatan psikologis siswa terhadap pelajaran berhitung. Di saat yang sama, kemampuan membaca dan menulis mereka juga ikut menguat secara terintegrasi,” ungkap Lina.
Dari sudut pandang akademisi lokal, Assoc. Prof. Dr. Mazlini binti Adnan dari UPSI memberikan apresiasi tinggi terhadap implementasi metode ini di lapangan. Menurutnya, pendekatan berbasis permainan sangat relevan dengan psikologi anak-anak PMI yang membutuhkan atmosfer belajar yang ceria namun tetap berbobot.
“Pendekatan yang ceria tapi tetap berbobot membuktikan munculnya motivasi belajar, tidak butuh metode yang rumit, melainkan cukup diawali dengan menghadirkan kebahagiaan di dalam kelas,” terang Mazlini.
Menutup rangkaian kegiatan, Nuryadi menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen jangka panjang UMBY dalam mendukung ketercapaian hak pendidikan anak-anak Indonesia di mana pun berada.
"Kemitraan ini menegaskan komitmen UMBY dalam memperluas jangkauan pengabdian hingga ke level internasional, serta memastikan bahwa standar pendidikan bagi anak-anak Indonesia di luar negeri tetap terjaga dengan baik," pungkas Nuryadi.
_1781227667.jpeg)