Kunjungi Dua Raksasa Pangan, Mahasiswa THP UMBY Bedah Teknologi Produksi Modern
15 Jun 2026
123
by Farida Dian Farida Dian

Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) baru saja melaksanakan Kuliah Lapang II pada 3–6 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa dan 3 dosen pendamping dengan mengunjungi dua raksasa industri pangan nasional, yakni PT Ajinomoto Indonesia di Karawang dan PT Indofood di Bekasi.

Ketua Program Studi THP UMBY, Ichlasia Ainul Fitri, S.TP., M.Sc., menjelaskan bahwa Kuliah Lapang II merupakan mata kuliah wajib yang dirancang untuk menjembatani teori di ruang kelas dengan praktik nyata di industri.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang nyata. Pembelajaran di kelas adalah fondasi, namun pemahaman mahasiswa akan semakin kuat ketika melihat langsung bagaimana teknologi pengolahan, sistem mutu, dan standar keamanan pangan diterapkan di industri berskala besar. Kunjungan ke PT Ajinomoto Indonesia dan PT Indofood diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa serta mempersiapkan mereka menjadi lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja," ujar Ichlasia.

Saat berkunjung ke PT Ajinomoto Indonesia di Karawang, rombongan UMBY diterima langsung oleh pihak manajemen. Di sini, mahasiswa mendapatkan edukasi mendalam mengenai aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), profil perusahaan, hingga fakta ilmiah seputar keamanan Monosodium Glutamate (MSG). Tak hanya itu, mahasiswa juga diajak melihat langsung proses produksi di lini manufaktur Saori.

Public Relations PT Ajinomoto Indonesia, Tria Anggita, menyambut positif kunjungan edukatif ini. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan industri sangat penting untuk memberikan gambaran dunia kerja kepada calon profesional.

"Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh wawasan luas mengenai proses produksi pangan, manajemen mutu, serta inovasi yang kami lakukan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal bermanfaat bagi mereka dalam mempersiapkan diri memasuki dunia profesional," ungkap Tria.

Sementara itu, pada kunjungan ke Divisi Noodle PT Indofood di Bekasi, mahasiswa berkesempatan membedah proses produksi mi instan dalam skala industri masif. Mahasiswa mengamati langsung seluruh tahapan produksi; mulai dari pencampuran bahan baku, pembentukan dan pengukusan mi, proses penggorengan, pengemasan, hingga sistem pengendalian mutu (quality control) yang ketat sebelum produk dilempar ke pasar. Kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai pentingnya efisiensi proses produksi, inovasi produk, dan manajemen mutu dalam mendukung daya saing industri pangan nasional.

Sepanjang rangkaian kunjungan, antusiasme peserta terlihat tinggi pada sesi diskusi bersama para praktisi. Isu-isu seputar efisiensi proses, inovasi produk, hingga peluang karier di industri pangan modern menjadi topik yang paling banyak digali oleh mahasiswa.

Galang Yosafat, salah satu mahasiswa peserta Kuliah Lapang, mengaku kegiatan ini memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi motivasi belajarnya.

"Kami bisa melihat langsung bagaimana teori perkuliahan diimplementasikan di lapangan. Pengalaman ini membuka wawasan dan memotivasi kami untuk terus mengembangkan kompetensi sebagai calon profesional di bidang pangan," kata Galang.

Melalui program experiential learning ini, THP UMBY terus berkomitmen memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Langkah nyata ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan siap berkontribusi langsung dalam perkembangan sektor pangan nasional.