Jawab Tantangan Isu Kesehatan Mental, UMBY Angkat Sumpah 55 Psikolog Angkatan II
15 Jun 2026
120
by Farida Dian Farida Dian

Angka permasalahan kesehatan mental di Indonesia, khususnya pada kelompok remaja dan dewasa awal, terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Merespons darurat psikologis dan kuatnya belenggu stigma di masyarakat, Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) resmi melantik dan mengambil sumpah profesi 55 psikolog baru dari Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Angkatan II, Jumat (12/6/2026).

Prosesi khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (PP HIMPSI), Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog, yang menyerahkan Sertifikat Kompetensi secara langsung kepada para lulusan.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog UMBY, Dr. Sheilla Varadhila Peristianto, M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa ke-55 lulusan ini diterjunkan untuk merespons realitas sosial yang kian kompleks. Psikolog umum dinilai menjadi garda terdepan karena posisinya yang paling dekat dengan pemukiman warga.

"Hari ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda lahirnya tanggung jawab profesional dan moral. Ini adalah perjalanan tentang belajar memahami manusia, mendengar luka yang tidak selalu terlihat, serta memahami emosi yang tidak selalu mampu diucapkan," ujar Sheilla dalam sambutannya.

Menjawab tantangan tebalnya tembok stigma dan rasa malu masyarakat untuk berkonsultasi ke psikolog, UMBY telah merancang kurikulum yang memaksa mahasiswanya turun tangan langsung ke lapangan sejak masa kuliah melalui program Layanan Praktik Profesi Psikologi Umum.

"Dalam kurikulum praktik, mahasiswa melaksanakan rangkaian upaya secara promotif, preventif, dan kuratif. Langkah ini dilakukan justru untuk mengatasi stigma-stigma yang masih melekat di masyarakat, sehingga masalah kesehatan mental bisa langsung dijangkau dan ditangani oleh para calon psikolog ini," papar Sheilla menambahkan.

Di tempat yang sama, Sekretaris Program Studi, Dr. Martaria Rizky Rinaldi, M.Psi., Psikolog, menjamin bahwa predikat psikolog yang disandang lulusan angkatan kedua ini telah melalui validasi terukur dan supervisi yang sangat ketat.

"Kami membentuk mereka menjadi psikolog yang siap terjun. Praktik kerja profesi mereka tersupervisi ketat. Jadi, yang mereka dapatkan bukan sekadar titel, tetapi di dalamnya tertanam kompetensi dan profesionalitas mutlak," tegas Martaria.

Lahirnya tenaga-tenaga psikolog baru ini sejalan dengan visi besar universitas untuk berkontribusi pada skala nasional. Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., M.P., MCE., berharap bertambahnya psikolog baru ini dapat membantu negara dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa yang berkaitan dengan psikologi.

Guna mempertahankan reputasi UMBY sebagai salah satu kampus unggulan di bidang psikologi, Agus Slamet menegaskan pihak universitas terus melakukan pembenahan fundamental.

"Langkah pertama, kami terus meningkatkan kualitas dosen hingga jenjang S3, baik lulusan dalam maupun luar negeri. Peningkatan SDM ini krusial guna menghasilkan lulusan berkualitas. Yang kedua, kami juga terus melakukan penambahan dan peningkatan fasilitas di lingkungan kampus," tutur Rektor UMBY.

Rangkaian acara pengukuhan ini juga diisi dengan penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) oleh Dekan Fakultas Psikologi UMBY, Reny Yuniasanti, M.Psi., Ph.D., Psikolog, serta prosesi pemakaian selempang gelar psikolog. Pada pelantikan angkatan kedua ini, predikat lulusan terbaik resmi diraih oleh Annisa Rifki Damayanti, S.Psi., Psikolog.