Sebanyak 41 mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan kunjungan industri ke PT Madu Baru (PG-PS Madukismo), pada Selasa (23/06/2026). Kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata terkait operasional industri pengolahan pangan berskala besar.
Rombongan yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Prof. Dr. Ir. Siti Tamaroh Cahyono Murti, M.P., ini diterima langsung oleh Koordinator Pengembangan Aset PT Madu Baru, Mahmud Safrudin.
Prof. Tamaroh menjelaskan, kunjungan ini merupakan implementasi langsung dari Mata Kuliah Perencanaan Unit Pengolahan (PUP). Mahasiswa diajak melihat langsung perencanaan, tata letak (plant layout), hingga pengoperasian unit pengolahan hasil pertanian.
"Pengalaman ini akan membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara teori di kelas dengan implementasinya di lapangan. Harapannya, mereka memiliki bekal yang mumpuni dalam merancang sistem pengolahan hasil pertanian di masa mendatang," terang Prof. Tamaroh.

Rangkaian kegiatan diawali di Gedung Madu Candya. Mahmud Safrudin memaparkan sejarah perusahaan, proses bisnis, hingga peran krusial PT Madu Baru dalam menyokong industri gula nasional. Diskusi berlangsung interaktif; para mahasiswa antusias menggali informasi seputar pengendalian mutu, efisiensi peralatan, hingga inovasi perusahaan di tengah tantangan industri pangan modern.
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa. Kegiatan ini menjadi sarana yang baik untuk memperkenalkan dunia industri kepada calon lulusan sesuai bidang ilmunya, sehingga mereka punya gambaran nyata soal proses produksi dan tantangan industri gula saat ini," ujar Mahmud.
Usai pemaparan, mahasiswa diajak berkeliling kawasan luar pabrik menggunakan kereta wisata. Mereka mengamati langsung tata letak kawasan, penempatan unit proses, hingga jalur distribusi logistik pabrik. Eksplorasi berlanjut ke area produksi utama. Di sini, mahasiswa membedah tahapan produksi gula secara runut, mulai dari penerimaan bahan baku tebu, penggilingan menjadi nira, pemurnian, penguapan, kristalisasi, hingga pemisahan kristal gula. Mereka juga mengobservasi standar keselamatan kerja dan pengendalian mutu yang diterapkan.
Salah satu mahasiswa, Galang Yosafat, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari observasi langsung ini.
"Kami tidak hanya melihat alatnya bekerja, tetapi juga memahami bagaimana setiap unit proses itu saling terintegrasi dalam satu sistem produksi. Ini sangat membantu kami memvisualisasikan materi Perencanaan Unit Pengolahan dari kampus," ungkap Galang.
Prof. Tamaroh berharap mahasiswa dapat terus meningkatkan kompetensi praktis mereka.
“Pemahaman komprehensif mengenai tata letak fasilitas dan manajemen proses produksi diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap menjawab kebutuhan dunia kerja dan industri Agroinsutri di masa depan,” pungkas Prof. Tamaroh.