Setelah sukses membekali warga dengan keterampilan membuat Virgin Coconut Oil (VCO), Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HMPS Akuntansi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melangkah ke tahap berikutnya. Mereka melatih warga mengolah VCO sebagai bahan baku produk kesehatan dan perawatan tubuh. VCO diolah menjadi balsam serai wangi, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi VCO sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan yang didanai oleh Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini menyasar 36 ibu-ibu dari Padukuhan 4 dan 11, Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Pelatihan ini menjadi komitmen mahasiswa dalam mengawal hilirisasi potensi lokal desa setempat.
Ketua Tim PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY, Zenobius Meo Pasu, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar masyarakat tidak berhenti pada produksi bahan baku, melainkan mampu menciptakan produk turunan siap jual.
"Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan yang hulu ke hilir. Balsam serai wangi ini formulanya mudah, bahan bakunya ada di sekitar kita, dan pasar produk kesehatan tradisional selalu terbuka lebar. Ini peluang usaha rumah tangga yang sangat menjanjikan," kata Zenobius.

Dalam sesi praktik yang dipandu oleh Muhammad Prilleo, para peserta diajak langsung meracik bahan-bahan menggunakan peralatan sederhana seperti kompor, panci, dan timbangan digital. Proses pembuatan dimulai dengan melelehkan petroleum jelly dan beeswax, yang kemudian dicampur dengan crystal menthol serta camphor crystal hingga seluruh bahan larut dan homogen.
Setelah adonan dasar larut, bahan aktif berupa minyak serai wangi, minyak gandapura, dan VCO dimasukkan sebagai formula utama. Cairan balsam kemudian dituangkan ke dalam wadah, didiamkan hingga mengeras, dan siap dikemas. Namun sebelum dituangkan ke dalam wadah jar dan dikemas, adonan diuji tingkat keasamannya (pH) terlebih dahulu untuk memastikan produk akhir aman dan ramah di kulit.
Tidak sekadar membuat, para peserta juga dibekali edukasi mengenai khasiat produk oleh anggota tim mahasiswa, Adeline Jocelyn Chandra. Kombinasi bahan alami dalam balsam ini terbukti efektif memberikan sensasi hangat untuk meredakan pegal otot, melegakan pernapasan saat flu ringan, sekaligus memberikan efek relaksasi.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY, Ika Wulandari, S.E., M.M., menekankan pentingnya sentuhan inovasi berbasis teknologi sederhana untuk skala rumah tangga seperti ini.
"Balsam berbahan dasar VCO merupakan salah satu contoh inovasi yang dapat diproduksi dalam skala rumah tangga dengan teknologi sederhana. Harapan kami, warga tidak hanya bisa membuat, tetapi juga mampu mengemasnya secara menarik agar produk ini bisa dipasarkan lebih luas dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga," harap Ika.
Pelatihan ini disambut antusias oleh warga. Saryani, salah satu peserta, mengaku mendapat wawasan baru dari pelatihan intensif ini.
"Saya baru tahu kalau VCO ternyata bisa dijadikan bahan dasar balsam yang kaya manfaat. Praktiknya mudah dipahami karena kami langsung ikut menimbang dan mencampur bahan sendiri. Semoga ini bisa jadi modal kami untuk membuka usaha mandiri," tuturnya.
Melalui program hilirisasi ini, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat Kalurahan Depok diharapkan mampu melahirkan kelompok usaha baru yang mandiri. Langkah nyata ini sekaligus mengubah wajah komoditas kelapa Kulon Progo dari sekadar bahan mentah menjadi produk kesehatan yang kompetitif dan berdaya saing.