Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus memperluas jejaring akademik internasionalnya. Melalui kolaborasi strategis dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), UMBY mengembangkan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi imersif untuk mencegah cyberbullying serta memperkuat layanan konseling pendidikan.
Langkah konkret ini dibahas secara mendalam dalam kunjungan akademik dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi UMBY, Dr. Ir. Putri Taqwa Prasetyaningrum, S.T., M.T., MCE, MCF, ke kampus UKM di Malaysia. Dalam lawatan tersebut, Dr. Putri berdiskusi dengan pakar bimbingan dan konseling UKM, Prof. Madya Dr. Salleh Amat.
Sinergi lintas negara ini telah menghasilkan luaran akademik yang membanggakan, baik di bidang penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat, dengan mengintegrasikan teknologi digital, gamifikasi, Virtual Reality (VR), dan konseling.
Di bidang penelitian, kolaborasi tim yang terdiri dari Putri Taqwa Prasetyaningrum, Eka Aryani, Salleh Amat, dan Ozzi Suria sukses menembus jurnal internasional bereputasi Q3 Scopus, Journal of Engineering Science and Technology (JESTEC) pada 2026.
Penelitian bertajuk "Impact of Lean UX-Driven Gamification on the Usability and Emotional Engagement of Virtual Reality Therapy Systems for Educational Counseling" ini mengkaji efektivitas sistem terapi VR yang dibalut dengan pendekatan Lean User Experience (Lean UX).
Dr. Putri memaparkan, sistem VR berbasis gamifikasi ini terbukti mampu meningkatkan kepuasan pengguna dan keterlibatan emosional siswa. "Tingkat penyelesaian tugas pada sistem yang dilengkapi gamifikasi mencapai 92 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan sistem tanpa gamifikasi yang hanya 75 persen. Ini membuktikan teknologi imersif yang berpusat pada pengguna berdampak nyata dalam layanan konseling," jelasnya.
Selain penelitian, kolaborasi ini juga menyasar peningkatan kapasitas pendidik melalui pengabdian masyarakat. Artikel inovasi mereka yang berfokus pada pelatihan AI bagi guru untuk pencegahan cyberbullying telah diterima di JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) yang terakreditasi Sinta 3.
Pengembangan AI dalam proyek ini diarahkan sebagai sistem pendukung untuk mengenali indikasi awal perundungan di ruang digital menggunakan teknik natural language processing (NLP). Inovasi AI ini dirancang menjadi solusi konkret melalui tiga fungsi utama yaitu pertama identifikasi awal yang membantu mendeteksi pola bahasa berisiko seperti hinaan, ancaman, atau pelecehan dalam interaksi digital siswa, kedua penentuan prioritas yang menampilkan tingkat risiko pada dashboard khusus agar guru/konselor dapat segera menangani kasus yang paling mendesak, dan ketiga sebagai dasar evaluasi, melalui hasil analisis data menjadi landasan untuk merancang edukasi dan pendampingan yang lebih terarah.
Kendati canggih, Dr. Putri menegaskan bahwa AI tidak diciptakan untuk menggantikan peran manusia.
"Teknologi AI ditempatkan sebagai sistem pendukung keputusan dan peringatan dini. Ia menyaring informasi lebih cepat, namun pendidik dan konselor tetap memiliki peran utama untuk memverifikasi, memahami konteks psikologis siswa, serta menentukan respons yang tepat," tegas Dr. Putri.
Ke depan, UMBY dan UKM bersepakat untuk memperluas riset ini ke dalam bentuk materi pembelajaran interaktif, asisten AI, dan modul simulasi VR lintas budaya. Sinergi ini menyatukan kepakaran UMBY di bidang sistem informasi, Human-Computer Interaction, dan AI, dengan keunggulan UKM di bidang konseling lintas budaya.