(Jakarta 8/12) Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mercubuana Yogyakarta, Awan Santosa, S.E, M.Sc menyandang gelar juara  2 kategori umum dalam Lomba Karya Tulis Pembangunan Daerah Tertinggal yang diselenggarakan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Penyerahaan penghargaan dilakukan oleh Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Hilmi Z. Faisal, dalam sebuah acara di Hotel Kartika Chandra, Jakarta pada Rabu 8 Desember 2010 pagi ini.
Lomba yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mendatangkan Dewan Juri dari berbagai unsur, yaitu Dr. Ermiel Thabrani (Praktisi Humas), Prof. Dr. Lijan Sinambela (Akademisi), Bambang Sarwono Ar. M.C Eng (Perwakilan KPDT), Dr. Lili Romli (Perwakilan KPDT), dan Wahyu Kristianto (Wartawan Senior).
Dalam karya tulisnya yang berjudul âAyo Bangun Perguruan Tinggi Desa (PTDes)â, Awan Santosa yang juga sekretaris Pusat Studi Kewirausahaan Universitas Mercu Buana Yogyakarta ini menggagas sebuah model training house yang dimiliki dan dikelola secara kolektif oleh warga desa. PTDes digagasnya untuk melahirkan tenaga-tenaga ahli produktif desa yang memiliki keahlian spesifik semisal di bidang teknik, usaha, sosial-politik, hukum, dan kesehatan untuk diabdikan sepenuhnya bagi kemajuan dan keberdikarian desa. Awan Santosa mengatakan, âPTDes diharapkan media persemaian keahlian warga desa, semisal dalam inovasi energi berbasis tenaga surya, mikro-hidro, sampah, dan kotoran ternak. Pun ia akan menjadi inkubator pemikiran dan perencanaan tumbuh kembangnya bisnis koperasi, ekonomi rakyat desa, trading house, klinik kesehatan, keuangan mikro, wisata desa, industri rumah tangga dan industri desa, serta berbagai inovasi berbasis iptek lainnyaâ, katanya. Terkait hal tersebut, perguruan tingg dapat mendampingi calon-calon pengelola PTDes bagaimana mendisain kurikulum, metode pembelajaran, rekruitmen ahli, dan proses penyelenggaran pendidikan dan pelatihan sampai pada kebutuhan-kebutuhan detail dan operasional PTDes, tambahnya.
Saat ini Awan Santosa bersama beberapa mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang terhimpun dalam Sentra Ekonomi Kerakyatan (SEKRA) sedang berusaha merealisasikan gagasan tersebut. Beberapa hal yang telah dilakukan di antaranya adalah penyelenggaraan FGD di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, seminar di Mercu Buana Yogyakarta, workshop di Museum Nasional-Jogja, sosialisasi di Desa Nglanggeran, Desa Bendungan, di Kabupaten Gunungkidul, dan Desa Argosari, Desa Argorejo di Kabupaten Bantul.(gandung)