Dorong Peningkatan Lulusan S2 dan S3, Career Center UMBY Kupas Tuntas Strategi Tembus Beasiswa Internasional
29 Jun 2026
213
by Fitriana Fitriana

Biro Kemahasiswaan dan Alumni melalui Bagian Career Center dan Alumni Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sukses menyelenggarakan acara Career Talk bertajuk “Strategi Mendapatkan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri untuk Studi S2 dan S3” secara daring, Selasa (23/6/2026). Diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dosen, hingga masyarakat umum, acara ini dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya angka lulusan pascasarjana di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penduduk bergelar magister (S2) di Indonesia saat ini masih berada di angka 0,34% hingga 0,45% dari total populasi, sementara pemegang gelar doktor (S3) hanya menyentuh 0,02%. Angka ini masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan rata-rata negara ASEAN yang mencapai 2,43%.

Di lingkup internal kampus, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis UMBY untuk mencapai target pemenuhan dosen bergelar doktoral, di mana setiap program studi (prodi) ditargetkan memiliki minimal 50% dosen bergelar S3.

Untuk memberikan wawasan praktis, UMBY menghadirkan dua akademisi sekaligus penerima beasiswa internasional, yakni Ir. Raden Febrianto Christi, M.S., IPM. (Dosen Universitas Padjadjaran, mahasiswa S3 di Thailand) dan Agus Setiyoko, S.TP., M.Sc. (Dosen UMBY, mahasiswa S3 di Malaysia).

Dalam pemaparannya, Raden Febrianto menekankan bahwa lembaga donor atau pemberi beasiswa tidak sekadar mencari kandidat yang pintar secara teori, melainkan figur visioner yang relevan dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, ia menyoroti tiga modal krusial yang harus disiapkan:

  • Perencanaan studi yang matang
  • Pemetaan tujuan karier yang jelas
  • Kesiapan akademik

Untuk meningkatkan daya saing di mata penyeleksi, Raden menyarankan calon pendaftar agar mulai membangun rekam jejak publikasi ilmiah dan berinisiatif menjalin komunikasi awal dengan calon profesor (supervisor) di universitas tujuan.

Sementara itu, Agus Setiyoko membedah proses seleksi secara lebih teknis berdasarkan pengalamannya meraih SEARCA Scholarship. Agus membeberkan bahwa kunci sukses mendapatkan beasiswa tersebut terletak pada penyusunan proposal riset yang secara autentik mampu menjawab tantangan ketahanan pangan.

Lebih lanjut, Agus juga membocorkan aspek krusial yang dinilai ketat oleh tim penguji saat menyeleksi dokumen motivation letter:

  • Keaslian tulisan: Esai harus murni tulisan pribadi tanpa ada intervensi Artificial Intelligence (AI).
  • Kontribusi nyata: Pendaftar harus mampu menjelaskan kontribusi konkret yang akan diberikan terhadap ketahanan pangan di kawasan Asia Tenggara.

Acara yang berlangsung interaktif ini diwarnai dengan tingginya antusiasme peserta pada sesi tanya jawab. Berbagai topik mulai dari strategi memperoleh Letter of Acceptance (LoA), persiapan sertifikat bahasa Inggris, hingga tips memilih negara tujuan dibahas secara tuntas.

Rini Nuraini, salah satu peserta, mengapresiasi langkah Career Center UMBY.

"Adanya kegiatan ini sangat membantu kami memberikan gambaran bagaimana cara mendapatkan beasiswa dalam dan luar negeri, sekaligus strateginya dalam memilih kampus dan negara tujuan," ungkap Rini.

Kepala Bagian Career Center dan Alumni UMBY, Ir. Ajat Sudrajat, S.Pt., M.Pt., IPP., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dan alumni UMBY semakin termotivasi. Studi lanjut tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih luas di masa depan," pungkas Ajat.

Ke depannya, Career Center UMBY berkomitmen untuk terus menjadi wadah pengembangan karier yang mendorong lahirnya lulusan kompetitif, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun akademik.