Program Studi Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Universiti Malaysia Kelantan (UMK) sukses menyelenggarakan International Cross-Country Webinar pada Rabu (24/6/2026). Mengusung tema "From Fragile to Fearless: Empowering Gen Z for Successful Kickstart of Social Venture", kegiatan lintas negara ini berhasil menarik 186 peserta dari Indonesia dan Malaysia.
Webinar yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tujuannya jelas yaitu membangun mental tangguh pada Generasi Z (Gen Z), menumbuhkan daya juang, dan mendorong mereka untuk berani menciptakan peluang melalui kewirausahaan sosial (sociopreneurship). Peserta diajak memahami bahwa keberhasilan memulai usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbisnis, tetapi juga oleh keberanian mengambil langkah kongkret keluar dari zona nyaman, pola pikir yang tangguh, serta kemampuan mengubah ide dan niat menjadi tindakan nyata.
Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., M.P., MCE., dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata komitmen universitas dalam memperluas jejaring global.
"Selain bertukar ilmu pengetahuan, kerja sama ini diharapkan mampu memicu lahirnya riset bersama (joint research) dan publikasi internasional bereputasi antara dosen UMBY dan UMK," ungkap Dr. Agus Slamet.
Kegiatan diketuai oleh Rani Rengganis, M.Si., Ph.D. dengan anggota Prof. Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., M.M., Psikolog (UMBY), Dr. Purnaning Dhyah Guritno, M.Sc. (UMBY) dan Dr. Mohamad Hazeem bin Mohmad Sidik (UMK) yang masing-masing akan memaparkan materi kepada peserta.

Narasumber pertama, Prof. Dr. Alimatus Sahrah menekankan pentingnya eksekusi dalam berbisnis. Menurutnya, generasi muda tidak perlu menunggu segalanya sempurna untuk mulai bertindak, karena langkah nyata yang sederhana jauh lebih penting daripada sekadar niat.
Dari sisi ketahanan mental, Dr. Purnaning Dhyah Guritno memperkenalkan konsep psikologis HERO (Hope, Efficacy, Resilience, dan Optimism). Konsep ini mengajak peserta melakukan cognitive reframing, yakni mengubah pikiran negatif menjadi positif dan memfokuskan energi pada hal-hal yang bisa dikontrol.
Sementara itu, Dr. Mohamad Hazeem bin Mohmad Sidik, membekali peserta dengan panduan praktis Business Canvas. Ia menyederhanakan peta bisnis ke dalam Simple Map yang mencakup target pasar (Who the destination), rute solusi (What the route/solution), keunikan (Uniqueness), dan sumber daya (Resources/the Fuel) sehingga peserta memperoleh panduan dalam merancang dan mengembangkan social venture yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu ide social venture yang disampaikan dalam webinar adalah program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha kecil. Program ini membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh keterampilan, seperti membuat produk kerajinan atau makanan rumahan, kemudian dibantu dalam pemasaran produknya sehingga mereka dapat memiliki sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Dipandu oleh Rani Rengganis selaku moderator, sesi diskusi interaktif berjalan hangat. Banyak peserta merasa mendapatkan pencerahan dan dorongan keberanian untuk segera memulai bisnis mereka.
Yasvi Mardiana, salah seorang peserta dari UMBY, mengaku langsung mendapatkan ide bisnis yang aplikatif setelah mengikuti webinar tersebut.
"Saya semakin mantap menyusun ide yang saya miliki dalam 24 jam ke depan, yaitu menyediakan makanan dan minuman untuk mahasiswa yang berkuliah hari Sabtu di saat kantin tutup. Harganya bersahabat, dan pengantaran bisa COD langsung ke kelas," ujar Yasvi antusias.
Melihat antusiasme tersebut, Rani Rengganis menyimpulkan bahwa tantangan utama Gen Z saat ini adalah menggerakkan motivasi menjadi tindakan nyata.
"Perlunya membingkai ulang pola pikir dari hal negatif menjadi positif. Ini tentang mengubah perspektif dari situasi yang menantang menjadi perilaku yang tepat, yaitu mengubah ide jadi tindakan kecil konkret yang akan dilakukan dalam 24 jam ke depan," tutup Rani.
Melalui kolaborasi internasional ini, UMBY dan UMK berharap para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat untuk menghadapi perubahan global secara adaptif, resilien, dan membawa dampak sosial yang positif bagi masyarakat luas.