UMBY Gandeng Warga Puluhan Olah Pandan Jadi Camilan Sehat Bernilai Jual
06 Jul 2026
148
by Fitriana Fitriana

Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengambil langkah nyata dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi pangan lokal. UMBY menggelar pelatihan pengolahan pangan sehat bagi 30 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur, Pedukuhan Puluhan, Jerukan, Kelurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Sleman.

Kegiatan yang berlangsung dalam dua tahap, yakni pada Jumat (15/5) dan Sabtu (27/6) ini, mengusung semangat angudi mulyaning bangsa (upaya memuliakan dan memajukan bangsa). Program ini dijalankan melalui sinergi Triple Helix yang melibatkan tiga pilar utama: UMBY sebagai penyedia ilmu dan inovasi, Credit Union (CU) Cindelaras Tumangkar sebagai mitra pendamping literasi keuangan, serta KWT Subur Makmur sebagai pelaku utama pemberdayaan ekonomi.

Fokus utama dari pelatihan ini adalah mengolah bahan pangan lokal menjadi pangan fungsional, makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Bahan baku yang dipilih adalah tanaman pandan dan cabai. Tanaman pandan selain mudah dibudidayakan di pekarangan, hasil penelitian Tim UMBY bersama Prof. Lilis membuktikan bahwa ekstrak pandan kaya akan manfaat.

"Ekstrak pandan memiliki aktivitas antioksidan yang dapat mencegah ketengikan produk, memiliki aktivitas antidiabetes, antiinflamasi, serta aromanya bisa menjadi relaksasi," ujar Prof. Dr. Ir. Ch. Lilis Suryani, S.TP., MP., salah satu dosen pemandu pelatihan.

Selain pandan, pelatihan ini juga memberikan solusi bagi para petani cabai. Saat panen raya, harga cabai sering kali anjlok dan merugikan petani. Melalui pelatihan ini, cabai diolah menjadi produk alternatif berupa permen cabai untuk meningkatkan nilai ekonominya di pasaran.

Agar warna dan aroma pandan tetap stabil saat diolah, tim UMBY mengajarkan metode ilmiah yang praktis, yaitu pembentukan kompleks metalloklorofil dan teknik enkapsulasi menggunakan gum arab atau tepung maizena yang mudah didapatkan oleh warga.

Pelatihan ini dirancang secara komprehensif agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Tahap pertama yakni penyuluhan, warga dibekali edukasi mengenai manfaat tanaman pandan dan konsep dasar pangan fungsional. Tahap kedua diisi dengan membuat tiga jenis camilan sehat, yaitu bakpia, onde-onde ketawa, dan mochi yang diperkaya ekstrak daun pandan, serta pembuatan permen cabai.

Tim UMBY berharap kegiatan ini bisa menjadi gerakan berkelanjutan yang membawa perubahan nyata, mulai dari mengubah cara pandang warga soal pentingnya mengelola keuangan dengan sehat dan bergotong royong, membekali warga dengan keterampilan praktis serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital dan mengelola usaha, hingga mendorong kemandirian ekonomi dengan memadukan potensi lokal dan pendampingan keuangan yang kuat agar pendapatan warga bisa meningkat.

Tidak hanya sekadar memberikan ilmu, UMBY juga menyerahkan bantuan stimulus berupa seperangkat alat produksi modern, mulai dari mixer, oven, chopper, hingga alat penyegel kemasan (sealer), lengkap dengan desain kemasan produk yang memenuhi standar pasar.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para anggota KWT Subur Makmur. Kehadiran produk inovatif ini dinilai membuka peluang usaha baru yang dapat mendongkrak pendapatan rumah tangga warga setempat.

Dosen pemandu UMBY lainnya, Agus Setiyoko, M.Sc., berharap agar keterampilan yang telah dialihkan ini terus berkembang secara konsisten.

"Harapan kami, Pedukuhan Puluhan bisa dikenal sebagai sentra olahan pangan sehat berbasis pandan, yang pada akhirnya mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar," tutur Agus.

Pihak UMBY bersama CU Cindelaras Tumangkar dan Pemerintah Kelurahan Sumberarum berkomitmen untuk terus mengawal program ini melalui pendampingan berkala, baik dalam proses pengembangan produk maupun strategi pemasarannya.

Di akhir acara, Ketua KWT Subur Makmur, Ika Daru Ratri, menyampaikan apresiasi mendalam atas program pengabdian ini. Ia optimistis produk olahan pandan dan cabai ini akan menjadi produk unggulan baru.

Rencananya, produk-produk tersebut akan dipasarkan secara lokal melalui warung makan di sekitar Sumberarum, serta merambah pasar digital melalui jaringan perdagangan online yang difasilitasi oleh CU Cindelaras Tumangkar.