Dosen Agroteknologi UMBY Latih Siswa SMK Perkebunan MM 52 Olah Gulma Siam Jadi Pupuk
21 May 2026
87
by Fitriana Fitriana

Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengambil langkah nyata dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen UMBY memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan dasar gulma siam kepada siswa dan guru di SMK Perkebunan MM 52 Yogyakarta, Senin (11/5/2026).

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pengelolaan limbah organik pertanian. Selain itu, juga mengubah pandangan masyarakat terhadap gulma siam yang selama ini dianggap sebagai tanaman pengganggu ternyata memiliki kandungan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos ramah lingkungan.

Tim pengabdian yang diketuai oleh Dr. Ir. Bambang Nugroho, S.P., M.P., bersama anggota Dr. Ir. F. Didiet Heru Swasono, M.P. dan Nanda Mei Istiqomah, S.P., M.P., memaparkan bahwa gulma siam memiliki kandungan bahan organik melimpah yang cocok untuk kompos ramah lingkungan.

"Pemanfaatan gulma siam menjadi kompos merupakan salah satu solusi sederhana namun efektif dalam mendukung pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita," ujar Dr. Bambang Nugroho di sela-sela penyampaian materi.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian teori serta praktik langsung pembuatan kompos dari gulma siam. Para peserta diberikan pemahaman mengenai tahapan pengolahan bahan, proses fermentasi, hingga indikator kematangan kompos yang siap digunakan sebagai pupuk organik.

“Kompos dari gulma siam dibuat dengan mencacah daun dan batang gulma siam, kemudian ditambahkan larutan EM4 dan gula pasir dengan cara disemprot merata. Campuran bahan tadi kemudian diletakkan di wadah tertutup dan gelap agar terjadi fermentasi. Kompos diaduk setiap hari selama 4 hari sampai matang atau jadi,” urai Dr. Bambang.

Metode ini dinilai lebih cepat dibandingkan proses pengomposan konvensional lainnya. Hal ini diakui oleh Dewi Susilowati, salah satu guru SMK Perkebunan MM 52.

"Gulma siam sangat mudah didapatkan dan proses pengomposannya ternyata lebih cepat dari praktik yang pernah kami lakukan sebelumnya. Kegiatan ini sangat menarik dan menjadi referensi pembelajaran bagi kami dan siswa," ungkapnya.

Antusiasme serupa datang dari para siswa. Randy, salah satu peserta didik, berharap kegiatan edukasi dengan topik bervariasi dapat terus berlanjut karena sangat menambah wawasan praktis bagi siswa.

Pihak sekolah berencana mengintegrasikan teori pembuatan kompos gulma siam ini ke dalam mata pelajaran di SMK Perkebunan MM 52. Selain untuk kebutuhan internal, hasil produksi kompos para siswa ini diproyeksikan memiliki peluang bisnis untuk dipasarkan kepada masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Agroteknologi UMBY berharap dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap potensi pengelolaan gulma siam dan penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan pengabdian ini menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis praktik di bidang pertanian.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kemandirian pupuk di sektor pertanian.