Rektor Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bersama tim KKN-PPM turun meninjau lokasi Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Magelang, Selasa (03/02/2026).
Dalam kunjungan ke posko Kelompok 14 di Padukuhan Ngelo tersebut, Rektor UMBY tidak datang dengan tangan kosong. Ia menyerahkan bantuan alat pertanian kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Jaya setempat.
_1770340328.jpeg)
“Kami meninggalkan 'oleh-oleh' berupa alat yang dapat digunakan untuk membantu proses bertani KWT Berkah Jaya. Semoga bermanfaat,” ujar Agus Slamet.
Lebih jauh, Agus menegaskan komitmen kampus agar kolaborasi tidak berhenti saat KKN usai. Ia membuka peluang bagi dosen UMBY untuk melanjutkan pendampingan melalui skema penelitian maupun pengabdian masyarakat lanjutan di wilayah Banyusidi.
Kunjungan ini disambut positif oleh Camat Pakis, Rahmat Pambudi, MM. Menurutnya, kehadiran tim KKN PPM memberikan suntikan semangat bagi warga desa.
“Hadirnya mahasiswa KKN UMBY memberikan motivasi dan inovasi baru bagi warga. Mereka juga memberikan solusi pada permasalahan yang dihadapi masyarakat,” tutur Rahmat.
Senada, Kepala Desa Banyusidi, Yuwono, menyambut baik tawaran Rektor UMBY terkait program berkelanjutan. Ia menilai riset dan pengabdian dosen memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya di desanya.
Yuwono menambahkan selain warganya mendapatkan semangat dan inovasi terbaru dari mahasiswa, ternyata mahasiswa pun dapat mengambil pelajaran hidup bersosial di tengah masyarakat. Hal tersebut tentunya dapat mengasah kemampuan softskills mahasiswa.
_1770340385.jpeg)
Perwakilan KWT Berkah Jaya, Ari Nugraini, juga mengaku terbantu dengan bantuan alat yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai akan memperlancar produktivitas kelompok tani mereka.
Sebagai informasi, KKN-PPM UMBY Angkatan ke-48 ini telah berlangsung sejak 20 Januari 2026 dan akan berakhir di pertengahan Februari mendatang. Sebanyak 275 mahasiswa diterjunkan dan tersebar dalam 29 kelompok. Mereka fokus pada pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor, mulai dari UMKM, BUMDes, pasar tradisional, hingga pendampingan kelompok difabel di wilayah DIY dan Jawa Tengah.