Tingkatkan Ekonomi Warga, Tim PkM UMBY Latih Ibu-Ibu PKK Pasekan Lor Buat Kerupuk dan Stik Lele
03 Jun 2026
121
by Fitriana Fitriana

Sebanyak 20 anggota PKK Padukuhan Pasekan Lor mengikuti pelatihan pembuatan stik tulang lele dan kerupuk lele yang diselenggarakan pada Minggu (31/5/2026) di RT 04 RW 04 Padukuhan Pasekan Lor, Gamping, Sleman. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Pelatihan dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas Ika Wulandari, SE., MM, CAP. CTT. sebagai ketua tim, serta Eno Casmi, SE.., MBA. dan Endang Sri Utami, SE., M.Si, Ak, CA, CAP. sebagai anggota. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan lele menjadi produk pangan bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.

Ketua tim PkM, Ika Wulandari, menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal.

“Kami berharap ibu-ibu PKK dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk menghasilkan produk olahan yang berkualitas, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.

Selain itu, Eno Casmi dan Endang Sri Utami menambahkan bahwa inovasi pengolahan lele menjadi berbagai produk pangan merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan sekaligus mengurangi limbah hasil pengolahan ikan. Dilihat dari nilai gizinya pun, tulang lele sangat baik bagi kesehatan karena kaya akan kalsium dan fosfor untuk mencegah stunting atau pengeroposan tulang (osteoporosis).

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi sekaligus praktik langsung pembuatan dua produk olahan lele. Kerupuk lele dibuat dari daging lele yang dicampur dengan tepung tapioka dan bumbu-bumbu, kemudian diolah melalui proses perebusan, pendinginan, pengirisan, dan penjemuran sebelum siap digoreng.

Sementara itu, stik tulang lele dibuat dengan memanfaatkan tulang lele yang dihaluskan dan dicampur dengan tepung terigu, tepung tapioka, telur, margarin, serta berbagai bumbu, kemudian digiling dan digoreng hingga menghasilkan camilan yang renyah dan bergizi. Pemanfaatan daging maupun tulang lele ini menunjukkan bahwa seluruh bagian ikan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Ketua RW 04 Pasekan Lor, Sutarminah, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang difasilitasi oleh tim pengabdian dan didukung oleh Kemendiktisaintek ini. Ibu-ibu memperoleh wawasan baru mengenai pengolahan lele yang dapat dikembangkan menjadi produk usaha dan menambah pendapatan keluarga,” tuturnya.

 Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Ibu Wakinem, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.

“Pelatihan ini sangat menarik karena kami diajarkan mengolah lele menjadi produk yang memiliki nilai jual. Saya baru mengetahui bahwa tulang lele yang biasanya dibuang ternyata dapat diolah menjadi stik yang enak dan renyah. Semoga ilmu ini bisa kami praktikkan dan kembangkan di lingkungan kami,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi praktik langsung, diskusi, dan tanya jawab. Para peserta tidak hanya mempelajari teknik produksi, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai peluang pengembangan usaha berbasis olahan lele. Pada kesempatan tersebut juga diberikan bantuan peralatan berupa chopper, kompor gas, dan timbangan digital.

Melalui kegiatan ini, tim pelaksana berharap masyarakat Pasekan Lor mampu mengembangkan produk pangan lokal yang inovatif, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi daerah. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.