Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus melakukan pembenahan secara adaptif, inovatif, dan relevan agar mampu memenuhi tuntutan global. Salah satunya dengan peninjauan ulang Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS). Fakultas Agroindustri berkomitmen untuk mewujudkan visi dan misinya yang selaras perkembangan IPTEKS, kebutuhan masyarakat, dan sesuai dengan visi misi universitas.
Tantangan global bidang Agroindustri antara lain technological integration and holistic partnerships, perubahan iklim, ketahanan pangan, transformasi digital, keberlanjutan (sustainability), serta tuntutan daya saing lulusan di pasar kerja global. Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Agroindustri, Prof. Dr. Ir. Chatarina Lilis Suryani, M.P., saat memberikan sambutan dalam Lokakarya Peninjauan Visi, Misi, Tujuan dan Strategi Fakultas Agroindustri di Ruang Seminar Gedung Rektorat Kampus 1 UMBY, pada Rabu (14/01/2026).
“Lokakarya ini diharapkan menghasilkan dokumen VMTS Fakultas Agroindustri yang realistis, unggul, dan berdaya saing global, serta menjadi dasar bagi penyusunan strategi pengembangan, program kerja, dan kebijakan akademik fakultas dalam jangka menengah dan panjang,” harap Prof. Lilis.
Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP, MP, M.CE mengharapkan lulusan Agrondustri dapat menciptakan solusi terbaik bagi ketahanan pangan Indonesia, sesuai dengan motto pendiri UMBY yaitu Angudi Mulyaning Bangsa.
“Pendiri UMBY, HR. Probosutedjo memiliki cita-cita Angudi Mulyaning Bangsa yang artinya berupaya menyejahterakan bangsa melalui pendidikan dalam hal ini Fakultas Agroindustri memberikan pendidikan ketahanan pangan yang berkualitas untuk Indonesia,” jelas Rektor UMBY.
Acara yang diikuti oleh seluruh dosen dari prodi Magister Ilmu Pangan, Teknologi Hasil Pertanian, Peternakan, dan Agroteknologi, alumni, mahasiswa, serta tenaga kependidikan tersebut menghadirkan narasumber Dr.agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih dan Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA, IPU, ASEAN Eng. Disamping itu juga menghadirkan alumni yang telah terjun di dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA) untuk memberikan masukan kesesuaian materi perkuliahan dengan dunia kerja antara lain dari PT. Taru Martani, Yellow Cafe & Milk, Beras Organik Sidomulyo, DPKP Kota Yogyakarta, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Tengah, dan Dinas Pertanian dan Pangan DIY.
_1768789894.jpeg)
Dr.agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih memaparkan tentang ‘Penguatan Relevansi Pendidikan Agroindustri dalam Menjawab Tantangan Global’. Menurutnya, saat ini perguruan tinggi ataupun fakultas memang harus bertumpu pada teknologi, tetapi tetap dengan mengedepankan pemikiran kritis dan sisi humanity.
“Teknologi hanyalah alat, sementara pemikiran kritis tetap menjadi kunci,” ungkap Dr. Sri Peni.
Beliau juga menggaris bawahi perlu adanya mata kuliah terkait politik pertanian agar lulusan mampu menganalisis setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sehingga lulusan memiliki kompetensi yang adaptif dan relevan dalam mengambil langkah yang bijaksana ketika terjadi perubahan regulasi.
“Mata kuliah terkait politik pertanian diperlukan agar lulusan mampu menganalisis kebijakan pemerintah. Dengan begitu, mereka bisa mengambil langkah bijak dan adaptif saat terjadi perubahan regulasi,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA, IPU, ASEAN Eng., menguraikan tentang ‘Penguatan Softskill dan Karakter Lulusan sebagai Fondasi SDM Agroindustri Masa Depan’. Prof. Ali Agus menekankan peran strategis agroindustri dalam pembangunan karakter bangsa. Menurutnya pangan, kesehatan, dan pendidikan merupakan cita-cita bagi kemerdekaan NKRI sehingga sangat relevan ketika Fakultas Agroindustri hadir. Fakultas Agroindustri berperan sebagai insitusi yang memberikan pendidikan terkait pangan agar nantinya kesehatan masyarakat terjamin melalui terciptanya pangan dan pendidikan yang berkualitas.
“Bangsa cerdas dan sejahtera berawal dari pangan, kesehatan, dan pendidikan yang berkualitas,” ujar Prof. Ali Agus.
Ia menambahkan, Fakultas Agroindustri UMBY memegang peran vital dalam mencetak SDM yang mampu mengelola sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Ia berharap fakultas ini dapat melahirkan profil lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudi luhur.
“Kuat, sehat, cerdas, dan berbudi luhur. Itulah profil lulusan agroindustri yang kita harapkan,” pungkas Prof. Ali.
_1768789861.jpeg)