Dukung Kemandirian Pangan, Tim PkM UMBY Latih Siswa MA Madania Budidaya Hidroponik
04 Jun 2026
150
by Farida Dian Farida Dian

Dalam upaya mendukung kemandirian pangan berbasis sekolah, Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar program pengabdian masyarakat di MA Madania Bantul. Kegiatan ini fokus pada pengenalan dan pelatihan budidaya pertanian modern melalui metode hidroponik sederhana.

Program pengabdian ini diketuai oleh Dra. Ummul Aiman, M.Si., dosen UMBY yang sekaligus bertindak sebagai narasumber utama. Ia didampingi oleh anggota tim, yakni Ir. Tyastuti Purwani, M.P. (UMBY) dan Dra. Astutik, M.P (dosen UNITRI). Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh 30 siswa serta perwakilan guru dari program Agroindustri Tanaman dan Pengolahan Hasil Pertanian MA Madania.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya dibekali teori mengenai konsep dasar dan jenis-jenis sistem hidroponik. Mereka juga diajak melakukan praktik langsung pembuatan instalasi hidroponik sederhana dengan memanfaatkan barang bekas, yaitu galon mineral. Selain itu, diperkenalkan pula sistem Nutrient Film Technique (NFT).

Adapun komoditas yang dipilih dalam praktik ini adalah sayuran daun seperti selada dan pakcoy. Kedua jenis sayuran ini dipilih karena memiliki masa panen yang relatif singkat, mudah dibudidayakan, dan memiliki nilai konsumsi serta ekonomi yang tinggi.

“Sistem NFT ini bekerja dengan mengalirkan air nutrisi secara terus-menerus melalui lapisan tipis (film) di perakaran tanaman. Keunggulannya, pasokan oksigen dan nutrisi untuk tanaman selalu terpenuhi secara optimal, sehingga pertumbuhan sayuran seperti selada dan pakcoy bisa lebih cepat dan seragam dibanding metode konvensional,” jelas Dra. Ummul Aiman.

Lebih lanjut, Dra. Ummul Aiman juga berharap siswa tidak hanya mengenal hidroponik sebagai metode budidaya, tetapi juga mampu menerapkannya untuk mendukung kemandirian pangan serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

Pihak sekolah menyambut hangat inisiatif dari dua perguruan tinggi ini. Buya Mardiansyah dan Ustadzah Dewi Susilowati, selaku perwakilan guru MA Madania Bantul, menyatakan bahwa keterampilan praktis ini sangat relevan dengan kebutuhan sekolah, terutama dalam menyiasati keterbatasan lahan.

"Hidroponik dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus mendukung penyediaan pangan sehat di lingkungan sekolah. Hal ini sejalan agar slogan 'small but beautiful' dari sekolah ini dapat tercapai," tutur Buya Mardiansyah.

Tanggapan positif juga datang dari siswa. Lisa Aprilia, salah satu peserta, mengaku mendapat pandangan baru mengenai dunia pertanian setelah mengikuti praktik penyemaian hingga pengelolaan nutrisi ini.

"Saya jadi lebih paham cara menanam sayur dengan metode hidroponik. Ternyata alat dan bahannya sederhana, jadi membuat kami lebih tertarik untuk mencoba dan belajar bertani modern," ungkap Lisa.

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan CV Goodplant sebagai mitra kolaborasi. CV Goodplant turut berkontribusi dalam menyediakan instalasi hidroponik serta memberikan edukasi teknis mengenai cara kerja dan pemasangan sistem NFT. Turut hadir memfasilitasi jalannya acara, para akademisi UMBY Farra Ummush Sholiha, S.Tr.P., M.P., Kris Winarsih, S.P., M.Sc., serta mahasiswa pendamping Destiya Putri Pratiwi dan Nurhajia Rita.

Sebagai komitmen jangka panjang, tim pengabdian UMBY dan UNITRI menegaskan tidak akan berhenti pada pelatihan ini saja. Mereka akan terus menjalin komunikasi dan melakukan pendampingan kepada MA Madania Bantul hingga masa panen tiba. Ke depan, hasil panen dari instalasi hidroponik ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal sekolah, sekaligus dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi yang dikelola oleh siswa secara berwirausahaan.