Dorong Transisi Digital, Dosen FE UMBY Gelar Pelatihan Pembukuan UMKM di Sleman
29 Jul 2026
149
by Farida Dian Farida Dian

Tim Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan penyusunan laporan keuangan pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan bertajuk “Digitalisasi Laporan Keuangan Pada Dimsum KIM” ini diselenggarakan di Pasar Jadoel Lembah Si Cangkring, Tempel, Sleman, guna membantu pelaku UMKM membenahi tata kelola administrasi keuangan menuju skala bisnis yang lebih besar.

Pelatihan yang diikuti oleh pengurus dan karyawan Dimsum KIM ini menghadirkan narasumber Eno Casmi, SE., MBA., yang merupakan dosen Prodi Manajemen UMBY. Dalam pemaparannya, Eno membagikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang terstruktur bagi UMKM, mulai dari pengelolaan transaksi harian hingga penyajian laporan periodik.

Para peserta tidak hanya menerima materi teori mengenai siklus keuangan, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung pengisian form laporan berbasis Microsoft Excel. Form tersebut mencakup pencatatan persediaan (inventory) harian, arus kas (cash flow) harian, laporan laba rugi bulanan, hingga penyusunan laporan neraca yang dirancang khusus untuk operasional harian Dimsum KIM.

"Laporan keuangan bukan sekadar catatan angka harian, melainkan alat analisis untuk mengetahui persentase keuntungan dan posisi neraca perusahaan. Analisis ini sangat krusial bagi pihak eksternal, terutama bila UMKM berencana mengakses modal investasi maupun fasilitas pinjaman usaha," ujar Eno Casmi di sela-sela kegiatan.

Usaha Dimsum KIM yang berlokasi di Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel, merupakan salah satu UMKM kuliner yang mengalami pertumbuhan terhitung pesat. Dintis oleh Ibu Tita pada tahun 2019 dengan modal awal Rp 600.000, kini bisnis tersebut telah berkembang pesat hingga memiliki 30 orang tenaga produksi dan 6 orang staf administrasi. Seiring melonjaknya permintaan pasar, Dimsum KIM berencana memperluas dapur produksi untuk meningkatkan kapasitas harian.

Kendati demikian, pesatnya perkembangan usaha tersebut menyisakan sejuta tantangan internal. Pengelolaan keuangan selama ini masih ditangani secara langsung dan personal oleh pemilik usaha tanpa adanya pembagian beban kerja (job description) yang spesifik. Selain itu, Dimsum KIM masih menghadapi kendala terkait pencatatan persediaan bahan baku harian dan bulanan, rekonsiliasi keuangan, serta pendataan inventaris alat-alat produksi.

Ketua Tim PkM UMBY, Shadrina Hazmi, SE., M.Sc., menjelaskan bahwa program yang didanai hibah internal UMBY ini diselenggarakan bersama dosen UMMY Solok, Yetti Lutiyan, M.Sc., dan Dr. Seflidiana Roza, SE., MM., melalui skema kolaborasi lintas pulau secara hybrid. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari kerja sama institusional yang telah terjalin selama empat tahun terakhir.

"Harapannya, pelatihan ini membantu Dimsum KIM menguasai pencatatan persediaan harian, perhitungan HPP, hingga penyajian laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Data keuangan yang rapi akan menjadi pijakan kuat dalam menentukan strategi ekspansi bisnis dan penetapan harga jual produk yang akurat," ungkap Shadrina.

Pemilik Dimsum KIM, Ibu Tita, menyampaikan apresiasinya atas pelatihan ini dan berkomitmen untuk langsung menerapkan sistem pencatatan berbasis Excel yang telah diajarkan. Beliau berharap kendala pencatatan yang dialami selama ini dapat teratasi secara perlahan melalui pendampingan berkelanjutan dari tim pengabdi selama tiga bulan ke depan.

Terkait arah digitalisasi penuh, tim pengabdi sempat menguji coba penggunaan aplikasi Majoo.id. Namun, mengingat perlunya penyesuaian pada penginputan persediaan dan perhitungan HPP, proses transisi ke aplikasi digital baru ditargetkan terealisasi pada tahun depan, yakni setelah sistem pencatatan Excel berjalan stabil serta sumber daya manusia di Dimsum KIM siap secara menyeluruh.