Di tengah meningkatnya tren bisnis sosial di kalangan anak muda, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bersama Universiti Malaysia Kelantan (UMK) membekali mahasiswa dengan keterampilan digital marketing untuk mengembangkan usaha sosial yang berkelanjutan dan berdampak. Kolaborasi internasional tersebut bertajuk “Level Up Sociopreneurship 2025: Interactive Digital Marketing Mini Workshop for Future Changemakers”. Kegiatan digelar secara daring melalui Zoom Meeting dengan diikuti kurang lebih 200 peserta pada Rabu, 5 November 2025. Peserta webinar ini adalah mahasiswa UMBY dan UMK yang memiliki minat dalam pengembangan usaha sosial berbasis teknologi digital.
Acara dibuka dengan sambutan Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., M.P., MCE. Agus menyampaikan bahwa kegiatan Level Up Sociopreneurship menjadi wadah penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga peduli terhadap isu sosial.
“Sociopreneur adalah model kewirausahaan masa depan. Melalui teknologi digital, mahasiswa dapat menyalurkan ide dan empati sosial menjadi aksi nyata yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dr. Agus menambahkan bahwa bidang sociopreneur adalah bagian dari visi UMBY, sehingga kegiatan ini menjadi salah satu langkah menghasilkan lulusan UMBY yang memiliki kemampuan terhadap sociopreneur dan berdaya saing global.
“Semoga kerja sama antara UMBY dan UMK dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan akademik dan inovasi sosial lintas negara,” tambah Dr. Agus.
Ketua kegiatan sekaligus pembicara, Prof. Alimatus Sahrah mengungkapkan webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman strategi digital marketing yang efektif dalam mengembangkan usaha sosial yang berdampak positif bagi masyarakat.
_1762495797.jpeg)
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana menyusun kampanye digital yang menginspirasi dan menggerakkan perubahan,” ungkapnya.
Webinar tersebut menghadirkan narasumber antara lain Prof. Alimatus Sahrah, M.Si., M.M. dari UMBY, Dr. Siti Amaliya Binti Mohd Radyi dari UMK, dan Dr. Didik Haryadi Santosa, MA., CICS. dari UMBY. Kegiatan dimoderatori oleh Domnina Rani P Rengganis, S.Psi., M.Si., Ph.D.
Prof. Alimatus Sahrah menyampaikan materi bertema “Sociopreneur di Era Digital”. Beliau menekankan sociopreneur adalah model kewirausahaan yang menempatkan tujuan sosial sebagai inti dari kegiatan bisnis.
“Entrepreneur konvensional berorientasi pada profit sebagai tujuan utama, sementara sociopreneur menjadikan profit sebagai sarana untuk mencapai dampak sosial. Keberhasilan seorang sociopreneur diukur bukan dari besarnya pendapatan, melainkan dari seberapa besar kontribusinya terhadap perbaikan kualitas hidup masyarakat. Saat ini banyak generasi muda memanfaatkan media digital untuk membangun gerakan sosial yang kreatif dan berdampak,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Siti Amaliya Binti Mohd Radyi memaparkan “Digital Marketing – Cara Baru Menjangkau Dunia”. Dr. Siti Amaliya menekankan pentingnya membangun narasi yang kuat dan autentik agar pesan sosial dapat tersampaikan secara efektif kepada audiens.
“Pelaku usaha sosial dapat mengoptimalkan berbagai aplikasi guna menjangkau audiens dalam pengalikasian digital marketing, seperti Canva, CapCut, ChatGPT, dan Linktree. Aplikasi ini akan membantu mengemas konten yang menarik,” terang Dr. Amaliya.
Lanjut Dr. Amaliya, prinsip dasar storytelling visual dapat diterapkan untuk mengungkapkan sisi kehidupan yang relevan dan menyentuh sehingga ini akan lebih mengena bagi audiens.
_1762495815.jpeg)
Sebagai penutup, Dr. Didik Haryadi Santosa membawakan sesi “Merancang Kampanye Digital Marketing serta Mini Workshop”. Peserta diajak untuk mempraktikkan langkah-langkah menyusun kampanye digital sederhana, mulai dari menentukan platform, gaya pesan, hingga call to action yang efektif. Dr. Didik juga membagikan tips menyampaikan ide melalui pitching singkat yang menarik dan persuasif.
“Pertama, sampaikan pesan utama dengan bahasa yang sederhana dan langsung ke inti. Kedua, bangun kedekatan emosional dengan audiens melalui cerita atau nilai yang relevan. Dan ketiga, tunjukkan keaslian diri karena audiens akan lebih percaya pada ide yang disampaikan dengan tulus,” urai Dr. Didik.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian internasional yang diketuai oleh Prof. Alimatus Sahrah, M.Si., M.M., sedangkan Domnina Rani P. Rengganis, S.Psi., M.Si., Ph.D., Dr. Purnaning Dhiyah Guritno, M.Sc., dan Ros Patriani Dewi, M.Psi., Psikolog adalah anggota pengabdian.
Prof. Alimatus Sahrah berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep sociopreneurship, tetapi juga mampu mengaplikasikan strategi pemasaran digital yang kreatif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara UMBY dan UMK ini menjadi bukti nyata komitmen kedua universitas dalam mendorong generasi muda menjadi changemakers yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan sosial.
“Kami akan menggelar kegiatan lanjutan dengan sesi pelatihan pembuatan konten kreatif dan kompetisi kampanye sosial digital. Program ini diharapkan menjadi tonggak kerja sama internasional berkelanjutan antara UMBY dan UMK dalam bidang social entrepreneurship dan digital innovation,” ungkap Prof. Alimatus.
Salah satu peserta dari UMK, Nurul Aina mengaku termotivasi untuk menjadi young sociopreneurship, yang mampu menciptakan inovasi sosial melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Saya jadi paham bahwa digital marketing tidak hanya untuk bisnis komersial, tetapi juga bisa memperkuat gerakan sosial. Kegiatan ini benar-benar membuka wawasan saya,” tuturnya.