Agroteknologi UMBY Perkuat Visi Keilmuan, Siapkan Lulusan Hadapi Tantangan Pertanian
06 May 2026
98
by Farida Dian Farida Dian

Program Studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar lokakarya penguatan Visi Keilmuan pada Sabtu (18/4/2024). Langkah strategis ini diambil untuk menyelaraskan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) program studi dengan dinamika industri serta kebijakan pendidikan tinggi terkini. Kegiatan dihadiri oleh Dekan Fakultas Agroindustri, Dosen, Tendik, dan Mahasiswa program studi Agroteknologi sebagai peserta.

Ketua Program Studi Agroteknologi UMBY, Dr. Ir. Dian Astriani, M.P., menegaskan bahwa pembaruan VMTS sangat penting agar program studi tidak kehilangan arah. Jika VMTS selaras dengan visi universitas dan fakultas, maka seluruh kegiatan akademik seperti kurikulum, penelitian, dan pengabdian akan terarah, konsisten, dan mendukung tujuan program studi secara menyeluruh. Selain itu, keselarasan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu memastikan lulusan tetap relevan, kompetitif, dan adaptif.

“Keselarasan VMTS menjadi kompas dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Jika tidak diperbarui, kita berisiko menghasilkan lulusan yang tidak relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan daya saing program studi, kepercayaan pemangku kepentingan, hingga kualitas akreditasi,” ujar Dr. Dian dalam sambutannya di hadapan jajaran dekanat, dosen, dan mahasiswa.

Menghadirkan pakar akademisi dari Universitas Brawijaya, Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., lokakarya ini membedah pentingnya implementasi Outcome-Based Education (OBE). Afifuddin menekankan bahwa visi keilmuan harus mengalir hingga ke teknis penilaian mahasiswa.

“Prinsip keselarasan dalam OBE harus menghubungkan secara runtut mulai dari visi dan misi program studi, profil lulusan, CPL, hingga mata kuliah yang diturunkan ke CPMK, sub-CPMK, serta sistem asesmen dan rubrik penilaian. Hal ini penting agar seluruh proses pembelajaran benar-benar mendukung pencapaian kompetensi lulusan,” jelas Afifuddin.

Dari sudut pandang praktisi, Dr. Wahyu Darsono selaku Direktur PT SISKA sekaligus Sekjen GAPENSISKA, menyoroti pergeseran tren pertanian global menuju konsep Circular Bioeconomy (CBE). Menurutnya, pertanian masa depan tidak lagi bicara komoditas tunggal, melainkan ekosistem yang terintegrasi.

“Lulusan Agroteknologi masa depan harus akrab dengan smart farming, agronomi regeneratif, hingga analisis data. Contohnya model Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA) yang mampu menciptakan siklus nutrisi berkelanjutan sekaligus dampak ekonomi,” kata Dr. Wahyu.

Ia juga menambahkan bahwa dunia industri saat ini membutuhkan profil lulusan yang tidak hanya ahli teknis, tetapi juga memiliki jiwa agrosociopreneur dan konsultan keberlanjutan.

Selain pembaruan kurikulum, lokakarya ini juga mengidentifikasi adanya celah (gap) pada karakter lulusan, terutama dalam aspek ketangguhan dan inisiatif di lapangan. Sebagai tindak lanjut, UMBY berkomitmen melakukan penguatan kurikulum melalui Focus Group Discussion (FGD) lebih lanjut dengan melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders).

Vernanda Ridho, perwakilan mahasiswa Agroteknologi UMBY, menyambut baik langkah ini. Menurutnya, penyelarasan VMTS membuat mahasiswa merasa lebih percaya diri. “Kami jadi lebih siap menghadapi dunia kerja karena kurikulum tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga penguatan karakter dan keterampilan praktis,” ungkapnya.

Dengan pembaruan ini, Agroteknologi UMBY optimistis dapat terus mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan global di bidang pertanian berkelanjutan.