THP UMBY Tinjau Kurikulum, Perkuat Sinergi Akademisi, Industri dan Pemerintah
19 Feb 2026
157
by Farida Dian Farida Dian

Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum pada Kamis, 12 Februari 2026, di Ruang Sidang Timur Fakultas Agroindustri. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperbarui dan memperkuat kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri, masyarakat, serta perkembangan ilmu dan teknologi hasil pertanian. Lokakarya melibatkan dosen, mahasiswa, pimpinan fakultas, serta berbagai pemangku kepentingan eksternal.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan Dekan Fakultas Agroindustri, Prof. Dr. Ir. Chatarina Lilis Suryani, S.TP., M.P. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa lokakarya ini menjadi momentum penting untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih adaptif terhadap dinamika ilmu pangan dan kebutuhan dunia kerja, melalui penguatan keunggulan sociopreneurship serta masukan dari berbagai narasumber dan stakeholder guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

Sesi pemaparan materi dipandu oleh Kaprodi THP, Ichlasia Ainul Fitri, S.TP., M.Sc., dengan menghadirkan sejumlah narasumber pakar. Prof. Dr. Ir. Feri Kusnandar, M.Sc. (IPB/PATPI) memaparkan standar pendidikan yang mengacu pada PP No. 18 Tahun 2012, Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025, serta Standar PATPI, dengan penekanan pada capaian lulusan sebagai dasar perancangan kurikulum.

Sebagai narasumber pertama, Feri Kusnandar, M.Sc. (IPB/PATPI), memaparkan pentingnya penerapan standar pendidikan yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2012, Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, serta Standar dari Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI). Beliau menekankan bahwa capaian pembelajaran lulusan harus menjadi landasan utama dalam perancangan kurikulum, sehingga struktur pembelajaran, metode pengajaran, dan sistem evaluasi dapat dirancang secara sistematis, terarah, dan selaras dengan kebutuhan dunia industri, perkembangan ilmu pengetahuan, serta standar profesi di bidang teknologi pangan.

Selanjutnya, Maino Dwi Hartono, S.TP., M.P., selaku Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan sekaligus alumni THP UMBY, menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan stakeholder dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Beliau juga menekankan perlunya keseimbangan antara praktik lapangan dan pembelajaran teori, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih komprehensif dalam menghadapi tantangan nyata di sektor pangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Agusta Ardian, S.TP., Production Manager & Product Developer  CV Sayajo Indonesia, menekankan pentingnya sinergi antara Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia teknologi pangan yang berdaya saing global. Hal ini dapat diwujudkan melalui penguasaan sertifikasi internasional, pemahaman food law, PKGK, serta penguasaan teknologi digital, yang didukung dengan penguatan soft skills seperti kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.

Lebih lanjut, Muhammad Ulil Ahsan, S.TP., M.Sc., Indonesia program Coordinator Good Food For Cities Rikolto, mengajak mahasiswa untuk berevolusi dari sekadar teknolog pangan menjadi pemimpin di bidang pangan. Menurut beliau, lulusan perlu memahami aspek tata kelola, kebijakan, inovasi, serta memiliki kemampuan berpikir sistem dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan poli-krisis global yang semakin kompleks.

Perspektif praktis juga diperkuat melalui sesi sharing session bersama alumni, yaitu Hilma Amanda Ansabila, S.TP., Achmad Irfan Fauzi, S.TP., dan Hernawan, S.TP. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kesiapan profesional yang telah dilatih sejak masa perkuliahan.

Sebagai penutup, Prof. Dr. Ir. Eko Hari Purnomo, S.TP., M.Sc. (IPB) memaparkan penguatan kurikulum berbasis outcome melalui pendekatan Outcome-Based Curriculum (OBC), Outcome-Based Learning and Teaching (OBLT), dan Outcome-Based Assessment and Evaluation (OBAE) untuk mendukung inovasi dan food technopreneurship. Beliau menekankan pembelajaran berpusat pada mahasiswa dengan dosen sebagai fasilitator, serta penilaian berbasis capaian pembelajaran agar proses belajar lebih bermakna.

Melalui lokakarya ini, Program Studi THP UMBY menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kurikulum yang adaptif, kolaboratif, dan relevan, guna mencetak lulusan teknologi pangan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.