Hadirkan Pakar Malaysia, Psikologi UMBY Bedah Isu Kesehatan Mental
12 Feb 2026
313
by Fitriana Fitriana

Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar Kuliah Umum bertajuk “Current Mental Health Issues In Southeast Asia: Integrating Science, Practice, and Global Challenges” pada Senin (09/02/2026). Bertempat di Auditorium Kampus 3 UMBY, kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Magister Psikologi dan Pendidikan Profesi Psikologi.

Dekan Fakultas Psikologi UMBY, Reny Yuniasanti, M.Psi., Ph.D., Psikolog, dalam sambutannya menegaskan bahwa acara ini adalah wujud nyata komitmen fakultas dalam menghasilkan lulusan yang sadar dan bertanggung jawab terhadap isu kesehatan mental.

“Kami berkomitmen membekali mahasiswa dengan wawasan global. Kuliah umum dengan narasumber internasional ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menggali perspektif berbeda mengenai isu kesehatan mental secara global,” ujar Reny.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari Persatuan Psikologi Malaysia (PSIMA), Prof. Dr. Shazli Ezzat Hj. Ghazali. Dalam paparannya, Prof. Shazli menyoroti pentingnya kesehatan mental di era modern yang dipicu oleh meningkatnya tingkat stres, kecemasan, dan kelelahan berlebih (burnout) akibat laju perkembangan dunia yang begitu cepat.

“Tekanan pekerjaan, perkembangan teknologi digital yang berlebih, serta adanya kesenjangan sosial dan perbedaan budaya dapat memicu seseorang mengalami stres,” ungkap Prof. Shazli.

Meski demikian, Prof. Shazli menekankan bahwa budaya Asia Tenggara memiliki modal sosial yang kuat untuk mengelola kesehatan mental. Peran keluarga, komunitas, serta nilai-nilai agama yang berlaku di masyarakat dinilai menjadi benteng pertahanan yang penting.

Menutup sesi, Prof. Shazli merangkum lima poin kunci yaitu kesehatan mental adalah hak semua orang, stres adalah bagian alami manusia, budaya tak terpisahkan dari keseharian, pentingnya pencegahan dini, serta peran psikologi dalam membangun masyarakat yang kokoh.

“Ilmu pengetahuan, praktik pencegahan dan penanganan, serta kebijakan adalah kunci kesehatan mental berkelanjutan,” pungkasnya.