Tambah Wawasan, Tim PkM FE UMBY Dampingi Desa Wisata Durimanis Studi Banding
06 Aug 2024
433
by Farida Dian Farida Dian

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan manajemen dan digital marketing desa wisata Durimanis, tim Pengabdian kepada Masyarakata (PkM) Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (FE UMBY) bersama pengelola desa wisata melakukan studi banding ke Ledok Sambi Ecopark pada Sabtu (03/08/24). Sebanyak 22 orang pengurus Wisata Kampung Sawah Durimanis dan warga Dukuh, Imogiri, Bantul antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kampung Sawah Durimanis merupakan salah satu dusun binaan program PkM UMBY sejak 2020 lalu. Kampung ini mempunyai potensi untuk menjadi desa wisata. Tim PkM FE yang terlibat dalam pengembangan desa wisata ini di ketuai oleh Dr. Dorothea Wahyu Ariani, SE., MT., dengan anggota Djaelani Susanto, S.Kom., MM.

Studi banding di Ledok Sambi Ecopark diterima oleh jajaran pengurusnya. Ledok Sambi Ecopark merupakan tempat wisata alam yang telah survive hingga 20 tahun. Selama 20 tahun berjalan, terdapat berbagai gelombang yang menerpa, seperti gempa bumi, gunung meletus, hingga pandemi COVID-19. Semua itu tidak memupus semangat pengelola Ledok Sambi dan warga sekitar untuk tetap mengelola wisata alam tersebut.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Yetti Lutiyan Suprapto, M.Sc., dari FE UMBY sedangkan narasumbernya adalah pihak Ledok Sambi Ecopark. Narasumbernya yaitu Slamet Riyadi sebagai pengelola serta Rini sebagai penanggungjawab catering. Slamet Riyadi menjelaskan terkait pengalamannya dalam mengelola tempat wisata alam dengan berbagai macam kondisi naik turunnya.

“Semua warga kampung harus terlibat dengan keahliannya masing-masing, sehingga perekonomian kampung setempat meningkat berkat hasil kerjasama,” terang Slamet Riyadi.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan sosialisasi dalam meningkatkan usaha di era digital. Sosialisasi ini disampaikan oleh Bhustanul Arifin, SE., MM. Arifin menekankan untuk sering melakukan posting mengenai potensi kampung wisata di media sosial.

“Promosi melalui media sosial merupakan cara yang paling murah dan paling mudah, sehingga sering-seringlah untuk memposting agar banyak dilihat masyarakat,” pesan Arifin.

Pengelola Durimanis yang kali ini diwakili oleh Darno menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih karena telah difasilitasi dalam kegiatan studi banding.

“Studi banding ini memberikan kesadaran dan membuka wawasan baru bagi pengelola Durimanis maupun warga Dukuh untuk terus berproses, bekerja sama dengan kompak, dan terus belajar agar Durimanis mampu menjadi desa wisata yang survive dalam keadaan apapun,” ungkap Darno.