Psikologi UMBY dan Dinas Perpustakaan Yogyakarta Gelar Seminar, Soroti Pentingnya Peran Orang Tua dalam Mengelola Emosi Anak
17 Apr 2026
95
by Farida Dian Farida Dian

Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa seminar parenting. Berfokus pada regulasi emosi anak dan orang tua, acara ini diselenggarakan secara daring pada Rabu (15/4/2026) dan diikuti oleh 40 orang tua binaan.

Seminar ini dipimpin oleh Dr. Martaria Rizky Rinaldi, M.Psi., Psikolog, selaku Ketua Tim Pengabdi sekaligus narasumber utama. Dalam sesi tersebut, ia mengusung materi bertajuk “Strategi Regulasi Emosi pada Anak dan Orang Tua: Mencegah dan Menangani Ledakan Emosi Anak.”

Dalam pemaparannya, Martaria menyoroti bahwa ledakan emosi atau tantrum pada anak bukanlah sekadar perilaku negatif, melainkan bagian dari proses perkembangan emosi yang belum matang.

Tantrum sering kali terjadi karena anak belum mampu mengungkapkan kebutuhan atau emosinya dengan tepat. Di sinilah peran orang tua sangat penting untuk membantu anak mengenali, memahami, dan mengelola emosinya,” jelas Martaria.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan regulasi emosi bagi orang tua itu sendiri. “Anak belajar dari orang tuanya. Jika orang tua mudah terpancing emosi, anak akan meniru. Sebaliknya, jika orang tua mampu tenang dan konsisten, anak akan belajar cara mengelola emosinya dengan lebih adaptif,” tambahnya.

Seminar berlangsung sangat interaktif, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta melalui kolom chat selama sesi berlangsung. Pertanyaan yang muncul mencerminkan pengalaman nyata orang tua, mulai dari anak yang tantrum karena keinginannya tidak terpenuhi, kesulitan anak dalam mengungkapkan emosi, hingga perilaku agresif seperti memukul dan menendang saat marah.

Beberapa peserta juga menyoroti tantangan dalam menghadapi perbedaan pola pengasuhan di dalam keluarga, seperti intervensi kakek-nenek saat anak menangis, serta kebingungan dalam menentukan cara terbaik antara menenangkan anak saat tantrum atau menunggu hingga anak lebih tenang. Selain itu, isu penggunaan gawai (screen time) dan dampaknya terhadap emosi anak juga menjadi topik yang banyak dibahas.

Khoirunnisa, salah satu peserta asal Yogyakarta, merasa materi yang disampaikan sangat dekat dengan kesehariannya. “Materinya sangat relate dengan kondisi saya sebagai orang tua. Saya jadi lebih paham kenapa anak bisa tantrum dan bagaimana seharusnya merespons, bukan sekadar melarang atau memarahi,” ungkapnya.

Seluruh kegelisahan peserta dijawab secara komprehensif oleh pemateri melalui pendekatan psikologis yang aplikatif. Peserta dibekali langkah taktis, seperti teknik validasi emosi anak, penerapan batasan yang konsisten, hingga cara menghindari respons yang justru memperkuat perilaku negatif anak.

Melalui program ini, Fakultas Psikologi UMBY menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui edukasi parenting berbasis ilmiah. Para orang tua diharapkan dapat lebih siap mendampingi perkembangan emosi anak demi terciptanya pola pengasuhan yang sehat, suportif, dan adaptif di lingkungan keluarga.