Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) baru saja mendapat kabar gembira. Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) baru saja menerbitkan sertifikat akreditasi Unggul untuk prodi Manajemen Fakultas Ekonomi UMBY. Hasil tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) LAMEMBA No. 1395/DE/A.5/AR.10/VII/2024 yang berlaku 3 September 2024 hingga 3 September 2029.
Ketua Program Studi Manajemen UMBY, Rina Dwiarti, S. E, M.Si mengucapkan syukur atas karunia yang luar biasa dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini.
“Kami harap perolehan akreditasi unggul ini dapat menjadi pendorong bagi seluruh sivitas akademika di Program Studi Manajemen UMBY untuk terus berkinerja terbaik. Ia mengungkapkan bahwa prestasi ini bukan menjadi pencapaian individu, tetapi juga merupakan hasil kerja keras dan kerjasama dari seluruh staf pengajar, pegawai administrasi, dan mahasiswa,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Ekonomi UMBY, Dr. Hasim Asari, S. E, MM mengatakan bahwa akreditasi menjadi ukuran sebuah Program Studi pada suatu Perguruan Tinggi. LAMEMBA yang mengeluarkan akreditasi unggul menjadi pengakuan terhadap sebuah program studi yang serius memperhatikan perbaikan mutu.
“Program Studi Manajemen UMBY berhasil meraih peringkat akreditasi “unggul” setelah menjalani Asesmen Lapangan (AL). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UMBY telah memenuhi standar akademik yang tinggi dan kualitas yang unggul,” kata Dr. Hasim.
Sementara itu, Rektor UMBY, Dr. Ir. Agus Slamet, S.TP., M.P. MCE. berharap dengan perolehan akreditasi Unggul ini menjadi motivasi bagi Program Studi Manajemen UMBY untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, serta memberikan pengalaman belajar yang terbaik kepada mahasiswa.
“Program studi harus berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja,” ujar Dr. Agus Slamet.